Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Tanam Sayuran, Petani ini Bisa Dapat Rp15 Juta/Bulan, Begini Caranya 

A
Seorang petani tengah menanam bayam di Blok Citundun Warunggunung Kabupaten Lebak. (CEPOSONLINE.COM/ANTARA/Mansyur)
Seorang petani tengah menanam bayam di Blok Citundun Warunggunung Kabupaten Lebak. (CEPOSONLINE.COM/ANTARA/Mansyur)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Menjadi petani sayuran kini menjadi alternatif yang bisa dijadikan  sumber pendapatan keluarga. Bahkan di tengah musim kemarau, tanam sayuran masih menjanjikan.

Apalagi di wilayah Muara Tami Kota Jayapura maupun Kabupaten Keerom, luas lahan pertanian masih menjanjikan. Kebutuhan air juga relatif aman.

 Seperti dilansir Antara, sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten dapat meraup pendapatan sampai Rp15 juta per bulan dari hasil penjualan komoditas aneka sayuran yang dikembangkan di areal persawahan.

Advertisement

‎"Kita bisa menghasilkan uang rata-rata Rp500 ribu per hari," kata Bakri (40) seorang petani di Blok Pasir Tundun Warunggunung Kabupaten Lebak, Minggu yang mengelola areal seluas satu hektare.

‎Petani sayuran di wilayah tersebut kebanyakan mengembangkan tanaman bayam, kangkung , ketimun, paria, kacang panjang, tomat hingga terung.

‎Tanaman bayam dan kangkung mempunyai waktu panen antara 20 sampai 30 hari setelah tanam (hst) sementara timun  30 sampai 50 hst dan kacang panjang 40 sampai 50 hst dan pare atau paria, bisa mulai panen 40 sampai 60 hari.

Advertisement

‎"Semua hasil panen aneka sayuran itu setiap hari ditampung tengkulak dari Pandeglang," katanya menjelaskan.

‎Begitu juga petani lainnya, Junaedi (50) mengaku dirinya memanfaatkan areal persawahan yang mengalami kekeringan ditanami aneka sayuran yang cepat menghasilkan pendapatan uang.

"Kami menanam sayuran seluas 1 hektare dan bisa menghasilkan pendapatan Rp500 ribu per hari," katanya menjelaskan.

‎Saat ini diperkirakan ada seluas 20 hektare areal persawahan di Blok Pasir Tundun Warunggunung yang ditanami sayuran dengan umur panen yang pendek.

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

Kadis Pertanian Akui Kekeringan Berpotensi Terjadi Gagal Panen  

Kadis Pertanian Akui Kekeringan Berpotensi Terjadi Gagal Panen  

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Merauke mulai berdampak pada sektor pertanian. Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah lahan sawah mengalami kekeringan dan berpotensi gagal panen.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer