400 Ribu Data Antrean Haji Berisiko Tak Valid, Kementerian Haji Segera Lakukan ini

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, terdapat risiko sekitar 400 ribu data yang invalid dari daftar 5,7 juta data antrean calon haji, sehingga pihaknya akan memvalidasi kembali data-data itu.
"Sekitar 400 ribu itu kalau dikali 25 juta itu nilainya 10 triliun Pak. Nah ini mau kita bicarakan bareng-bareng dengan Kementerian Dalam Negeri. Kita cocokkan. Ini orangnya ada enggak sih? Kan mereka sudah bayar porsi 25. Bisa jadi sudah meninggal," katanya dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Rabu.
Dahnil mengatakan, pihaknya akan mencocokkan kembali dengan data kependudukan dari Kemendagri.
Menurutnya, bisa jadi sebagian dari 400 ribu orang yang menunggu giliran haji tersebut sudah meninggal, dan ahli warisnya tidak mau menggantikan berangkat haji atau menarik kembali dana yang sudah dibayarkan.
"Kenapa? Karena ada kepercayaan 'ya sudah, itu milik orang tua saya'. Dan orang tua saya terhitung sudah berangkat naik haji. Nah, uangnya masih di situ. Nah, masih di situ artinya ini yang masuk data invalid. Nah ini nanti kita rekonsiliasi secara serius," katanya.



