Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Siapkan Efisiensi Anggaran, Program MBG Dipastikan Tak Dipotong

Y
Penulis: Yohanes Palen❯

 


Advertisement

Ilustrasi Efisiensi Anggaran.
Ilustrasi Efisiensi Anggaran.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah efisiensi anggaran sebagai respons terhadap dampak ekonomi global akibat pecahnya konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah belum dapat memastikan berapa lama konflik tersebut akan berlangsung.

Karena itu, pemerintah menyiapkan skenario efisiensi anggaran guna menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah batas 3 persen.

“Karena kita masih di bulan-bulan awal, perang baru dua minggu. Kita belum tahu apakah akan berlangsung empat minggu atau lima minggu. Jadi selama perangnya belum mencapai lima bulan, kita masih menggunakan skenario pemotongan anggaran dengan defisit maksimum 3 persen,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/3/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, besaran efisiensi anggaran yang akan dilakukan pemerintah sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia.

Jika konflik berlangsung lebih lama dan memberikan tekanan besar terhadap perekonomian global, pemerintah telah menyiapkan tiga skenario tambahan yang sebelumnya telah diumumkan.

Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memangkas anggaran untuk program-program prioritas nasional.

Beberapa program unggulan seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program Koperasi Desa Merah Putih tetap dipertahankan karena dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan nasional.

“Program unggulan tidak ada yang diubah, karena itu merupakan investasi jangka panjang,”tegasnya.

Dalam rapat tersebut juga turut hadir Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Usai pertemuan, Dadan memastikan anggaran lembaganya tetap sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam APBN 2026.

Ia menyebut anggaran yang dialokasikan untuk Badan Gizi Nasional mencapai Rp.335 triliun dan hingga saat ini belum mengalami perubahan.

“Sementara kita masih tetap dengan yang ada, terutama yang sudah ditetapkan dalam anggaran APBN 2026,”tutup Dadan. (*).

Advertisement

Artikel Terkait

Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Sains untuk Pelestarian Tradisi Lokal, Ini Alasannya 

Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Sains untuk Pelestarian Tradisi Lokal, Ini Alasannya 

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan dan implementasi budaya sains pada masyarakat

3 Dekade Menghidupkan Asa Pelaut Jayapura

3 Dekade Menghidupkan Asa Pelaut Jayapura

Di atas hamparan air laut Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, sebuah bangunan sederhana berdiri kokoh. Inilah SPBU Nelayan Dok IV. Se

Dana Otsus Papua Selatan dan 4 kabupaten Cakupan 2027 Diproyeksi Rp1,8 Triliun

Dana Otsus Papua Selatan dan 4 kabupaten Cakupan 2027 Diproyeksi Rp1,8 Triliun

Alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan empat pemerintah kabupaten cakupan Papua Selatan pada tahun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer