Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Mesak Magai Minta Maaf kepada Jajaran GKI Tanah Papua, Renovasi GOR Tetap Berjalan

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Bupati Nabire, Mesak Magai didampingi Pengurus GKI di Tanah Papua dan GKI Imanuel Kota lama Nabire dan Kapolres Nabire, Samuel Tatiratu saat memberikan keterangan kepada pers di Polres Nabire, Senin, (21/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Bupati Nabire, Mesak Magai didampingi Pengurus GKI di Tanah Papua dan GKI Imanuel Kota lama Nabire dan Kapolres Nabire, Samuel Tatiratu saat memberikan keterangan kepada pers di Polres Nabire, Senin, (21/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Bupati Nabire Mesak Magai menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran GKI Tanah Papua dan Jemaat GKI Imanuel Kota Lama Nabire, menyusul persoalan pemalangan Gedung Olahraga (GOR) Kota Lama yang dibahas dalam mediasi bersama di Polres Nabire, Senin (21/9/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Mesak menegaskan bahwa renovasi GOR tetap dilanjutkan dan proses mediasi antara pemerintah daerah dan pihak gereja berjalan dengan baik.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Mesak secara pribadi, atas nama keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Nabire. Ia berharap persoalan yang melibatkan pemerintah daerah dan pihak gereja dapat diselesaikan dengan baik, serta hubungan kedua pihak tetap terjaga.

Advertisement

“Secara pribadi dan juga atas nama keluarga, serta atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Sinode GKI Tanah Papua, Ketua BPM Sinode Wilayah V Papua di Nabire, Ketua Klasis Nabire, pengurus Jemaat GKI Imanuel Kota Lama, dan secara umum warga GKI di Nabire maupun masyarakat Provinsi Papua,” ujar Mesak kepada media usai mengikuti mediasi.

Ia menyampaikan permohonan maaf tersebut atas tindakan dan perkataan yang menurutnya disampaikan di luar kendali.

“Atas tindakan dan kata-kata kami yang disampaikan di luar kontrol kami, saya menyampaikan permohonan maaf. Tuhan memberkati kita semua,” katanya.

Advertisement

Di sisi lain, Mesak menjelaskan bahwa persoalan Gedung GOR Kota Lama memiliki riwayat sejarah dari pihak gereja maupun pemerintah daerah.

 Menurutnya, pemerintah memiliki catatan sejarah mengenai penggunaan kawasan tersebut sejak masa pemerintahan Bupati Nabire pertama, Surojo Tanojo.

Ia menyebut, Lapangan Trikora yang kini menjadi Gedung GOR Kota Lama dahulu digunakan untuk berbagai kegiatan pemerintahan, termasuk upacara-upacara kenegaraan.

“Bupati pertama sampai dengan hari ini, saya merupakan bupati definitif yang ke-9. Secara historis pemerintahan, Bupati Surojo Tanojo dahulu melaksanakan upacara-upacara kenegaraan tertentu di Lapangan Trikora yang sekarang menjadi Gedung GOR,” jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Teror di Jalanan, Sopir Truk di Mimika Minta Perlindungan Polisi

Teror di Jalanan, Sopir Truk di Mimika Minta Perlindungan Polisi

Ratusan sopir truk mendatangi Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (5/11/2026).

Mudik Natal Lewat Laut, PELNI Siapkan Empat Kapal dari Biak

Mudik Natal Lewat Laut, PELNI Siapkan Empat Kapal dari Biak

PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Biak menyiapkan empat armada kapal penumpang untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan

Pembunuh Penjaga Sekolah di Merauke Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku

Pembunuh Penjaga Sekolah di Merauke Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku

Penyidikan kasus pembunuhan Kayus Yeimoa (46), penjaga sekolah SMP YPPGI Geradus Adi Merauke, terus berkembang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer