Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Koorwil BGN Nabire, Marsel Asyerem: MBG Adalah Pasar Pasti bagi UMKM dan Petani Lokal

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯

Koorwil BGN Nabire, Marsel Asyerem. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Koorwil BGN Nabire, Marsel Asyerem. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Ketua Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat lokal.

 

Menurut Marsel, kehadiran program MBG memberikan kepastian pasar bagi pelaku UMKM dan petani lokal di Nabire. 

Advertisement

 

“ Kebutuhan bahan pangan seperti sayur-sayuran, ikan, umbi-umbian, telur, hingga hasil kebun masyarakat diserap secara berkelanjutan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ujar Koorwil BGN Nabire, Marsel Asyerem kepada media ini via seluler, Sabtu, (28/2/2026).

 

Advertisement

Lanjutnya, MBG adalah pasar yang pasti bagi UMKM dan petani lokal. Setiap hari ada kebutuhan bahan pangan yang harus dipenuhi, dan itu menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat sebagai pemasok.

 

Ia menjelaskan, selama ini banyak pelaku usaha kecil yang menghadapi ketidakpastian pasar. Dengan adanya program MBG, permintaan bahan pangan menjadi lebih stabil dan terencana.

 

“Dengan kepastian permintaan, petani dan pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada pasar yang tidak menentu. Ini membantu mereka meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha,” ujarnya.

 

Selain dampak ekonomi tidak langsung, program ini juga membuka lapangan pekerjaan baru di setiap SPPG yang beroperasi. Tenaga dapur, distribusi makanan, petugas kebersihan, hingga tenaga administrasi direkrut dari masyarakat setempat.

 

“Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi untuk anak-anak Papua, tetapi juga tentang membuka lapangan kerja bagi generasi muda dan mama-mama Papua yang membutuhkan akses pekerjaan,” tambahnya.

 

Marsel pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program MBG.

 

“Kami mengajak masyarakat untuk ambil bagian, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai pemasok bahan pangan lokal. Keberhasilan program ini adalah keberhasilan kita bersama,” tutupnya.

 

Program MBG diharapkan menjadi fondasi dalam membangun generasi Papua yang sehat, kuat, dan mandiri, sekaligus memperkuat ekonomi rakyat berbasis potensi lokal di Kabupaten Nabire. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Jam Rolex Rp300 Juta, BMW hingga Alphard Disita Kejagung dari Tersangka Korupsi MBG 

Jam Rolex Rp300 Juta, BMW hingga Alphard Disita Kejagung dari Tersangka Korupsi MBG 

Kejaksaan Agung menyita sejumlah aset milik tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi

Dukung Petani, Pemprov Papua Tengah Siapkan 1,25 Juta Bibit dan Perluasan 1.400 Hektare Kebun Kopi

Dukung Petani, Pemprov Papua Tengah Siapkan 1,25 Juta Bibit dan Perluasan 1.400 Hektare Kebun Kopi

Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu sektor unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan

Ditinggal Orang Tua dan Tumbuh di Tengah Konflik, Dua Mahasiswa Puncak Meraih Gelar Sarjana di STAK

Ditinggal Orang Tua dan Tumbuh di Tengah Konflik, Dua Mahasiswa Puncak Meraih Gelar Sarjana di STAK

Kehilangan orang tua sejak kecil dan tumbuh di tengah situasi konflik di Kabupaten Puncak tidak memadamkan semangat Yones Magai dan Detinus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer