Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demi Mendapat Air Minum, Warga Distrik Waan Terpaksa Gali Lumpur

Y
Penulis: Yulius Sulo❯
Yoseph Bladib Gebze.(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Yoseph Bladib Gebze.(CEPOSONLINE.COM/SULO)  

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Musim kemarau yang cukup panjang membuat masyarakat di Kabupaten Merauke kesulitan mendapatkan air bersih. Tak terkecuali masyarakat yang ada di Distrik Waan, Provinsi Papua Selatan.

Warga di kampung tersebut dilaporkan menggali dan memamfaatkan air lumpur  untuk bisa mendapatkan air tawar.  

Menanggapi informasi tersebut, Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kondisi masyarakat di Distrik Waan yang dilaporkan terpaksa memanfaatkan air berlumpur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat kekeringan.

Advertisement

Bupati mengatakan, informasi mengenai kondisi masyarakat di wilayah Distrik Waan biasanya diperoleh melalui kepala distrik sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten di wilayah tersebut.

"Sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan dari kepala distrik. Biasanya untuk penanganan bencana di wilayah Distrik Waan, informasinya saya peroleh dari distrik sebagai bawahan saya langsung," kata bupati Yoseph Bladib Gebze kepada wartawan di Merauke, Kamis (5/11/2026).   

Meski demikian, bupati memastikan akan segera mengecek  kondisi tersebut kepada kepala distrik. Jika ditemukan kondisi darurat yang dialami masyarakat, pemerintah daerah akan menindaklanjutinya melalui langkah penanganan yang diperlukan.

Advertisement

Ia menjelaskan, Pemkab Merauke telah menetapkan status darurat bencana untuk sementara waktu. Selain mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap ancaman kekeringan yang terjadi akibat fenomena El Nino.

"Setelah ini saya akan cek melalui kepala distrik. Kalau memang ada kondisi seperti itu, segera kita tindak lanjuti dan kita distribusikan bantuan," katanya

Bupati juga mengungkapkan, sebelumnya pemerintah telah membangun bendali atau penampungan air. Namun, fasilitas tersebut diduga belum berfungsi optimal karena kemungkinan kemasukan air asin.

Karena itu, pihaknya akan kembali mengecek kondisi bendali yang telah dibangun sekaligus mempertimbangkan pembangunan penampungan air di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.

Advertisement

Artikel Terkait

Sudah 21 Kali Terbang, Begini Upaya Mendatangkan Hujan untuk Padamkan Karhutla di Papua Selatan

Sudah 21 Kali Terbang, Begini Upaya Mendatangkan Hujan untuk Padamkan Karhutla di Papua Selatan

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Papua Selatan terus diintensifkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OM

Dari Luar Tampak Biasa, Ternyata Rumah Ini Jadi Dapur Produksi Sopi Ilegal

Dari Luar Tampak Biasa, Ternyata Rumah Ini Jadi Dapur Produksi Sopi Ilegal

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Merauke kembali mengungkap aktivitas produksi minuman keras (miras) lokal jenis sopi di Kabupa

Awalnya Minta Rokok, Dua Pria di Jagebob Rampas Uang dan Bacok Sopir Truk

Awalnya Minta Rokok, Dua Pria di Jagebob Rampas Uang dan Bacok Sopir Truk

Seorang sopir dump truck (DT) 162 T bernama Michael Victoriano Fautngil Yanan (26), menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam (s

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer