Sudah 21 Kali Terbang, Begini Upaya Mendatangkan Hujan untuk Padamkan Karhutla di Papua Selatan

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Papua Selatan terus diintensifkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Memasuki hari keempat belas, Rabu (4/11/2026), total 21 ton natrium klorida (NaCl) atau garam telah disemai untuk meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Papua Selatan.
Operasi ini dilaksanakan melalui sinergi TNI Angkatan Udara, PT Smart Aviation bersama BNPB dan BMKG yang selalu siap mendukung operasional, baik pagi, siang maupun malam hari, guna membantu penanggulangan Karhutla di Papua Selatan.
Dalam pelaksanaan OMC hari keempat belas, pesawat Cessna Caravan 208B PK-SCG berhasil melaksanakan satu sortie penerbangan dengan membawa satu ton NaCl untuk penyemaian di wilayah Kabupaten Merauke.
Secara akumulatif, sejak 22 Oktober hingga 4 November 2026, pelaksanaan OMC telah mencapai 21 sortie dengan total waktu terbang 53 jam 04 menit dan jumlah bahan semai sebanyak 21.000 kilogram NaCl.
Capaian tersebut mencerminkan kesinambungan upaya bersama dalam mendukung penanganan karhutla di Papua Selatan.
Komandan Lanud J.A. Dimara, Kolonel Pnb Beny Aprianto, menyampaikan bahwa efektivitas pelaksanaan OMC memerlukan dukungan kesiapan armada udara serta penyesuaian strategi berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan.
“Sebagai upaya memperkuat pelaksanaan OMC, satu armada tambahan pesawat Cessna Caravan PK-SCH dari Timika telah tiba di Merauke,”
“Kehadiran pesawat ini melengkapi armada yang telah beroperasi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan intensitas penyemaian NaCl dalam meningkatkan peluang terjadinya hujan serta membantu menekan risiko meluasnya karhutla di wilayah Papua Selatan,” ungkap Danlanud Pnb Beny Aprianto, Kamis (5/11/2026).
Sementara itu, Koordinator Lapang PT. Smart Cakrawala Aviation, Faiz Ramadhan, menjelaskan, OMC bertujuan meningkatkan curah hujan melalui penyemaian NaCl dengan mengoptimalkan potensi awan hujan yang tersedia.



