Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Oknum Pejabat Aniaya Tenaga Kesehatan di RSUD Lukas Enembe Mamberamo Tengah

E
Kondisi RSUD Lukas Enembe, Kabupaten Mamberamo Tengah usai terjadinya dugaan penganiayaan yang dilakukan salah satu pejabat di Pemda setempat, Rabu (6/11/2024).
Kondisi RSUD Lukas Enembe, Kabupaten Mamberamo Tengah usai terjadinya dugaan penganiayaan yang dilakukan salah satu pejabat di Pemda setempat, Rabu (6/11/2024).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Terjadi penganiayaan di RSUD Lukas Enembe Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Selasa (5/11/2024).


Advertisement

Hal ini diduga dilakukan oknum pejabat berinisial YY (50) di lingkungan Pemkab Mamberamo Tengah.

Korbannya adalah Dr Yordan Sumomba, salah satu tenaga medis di rumah sakit tersebut.

Yordan sudah bekerja di RSUD Lukas Enembe Mamberamo Tengah sejak Mei 2021.

Advertisement

Dari laporan yang diterima Cenderawasih Pos, sekira pukul 13:35 WIT, oknum pejabat tersebut masuk ke ruangan apotek rumah sakit sembari berteriak "We kam kasih sa obat paracetamol ka, kalian tidak tahu kah saya ini siapa? Saya ini Asisten 3."

Usai teriakan itu, YY masuk ke ruangan korban (ruang dokter-red) mengambil kursi dan melemparnya.

Advertisement

Namun lemparan itu tidak mengenai korban.

Selanjutnya, ia mengambil kayu balok ukuran 5x5 memukul wajah dan punggung korban.

Kejadian itu sontak membuat pasien yang datang berobat langsung melerainya.

Selain memukul tenaga kesehatan, oknum ASN ini juga melakukan perusakan terhadap pembatas ruangan yang terbuat dari kayu dan melempar kaca jendela rumah sakit.

Kejadian ini membuat korban mengalami luka di pipi kanan, luka lecet di punggung dan keluar darah dari hidung.

Korban saat itu sempat dirujuk ke RSUD Wamena.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah, Dotius Doga membenarkan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan tersebut.

Dan pascakejadian, tak ada pelayanan di RSUD Lukas Enembe.

“Pelayanan umum di rumah sakit ditutup.”

“Namun, pasien dengan keadaan darurat dan ibu melahirkan tetap dilayani,” kata Dotius saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (6/11/2024).

Kadinkes Mamberamo Tengah mengaku tenaga kesehatan masih trauma dengan kejadian kemarin, sebagian dari mereka memilih berada di rumah dan akan datang ke rumah sakit jika ada pasien darurat.

“Untuk dokter yang dianiaya sudah dirujuk ke Makassar,” pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Kambara Kerebea (18), korban selamat dalam peristiwa penembakan di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan

Lahan Seluas 6 Hektare di Kampung Karujaya dan Kama Distrik Wesaput Terbakar

Lahan Seluas 6 Hektare di Kampung Karujaya dan Kama Distrik Wesaput Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas 6 hektare kembali terjadi di kampung Karujaya dan Kama, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya Ka

Gubernur Papeg Lantik Hamka Yelipele Gantikan Ismail Asso Sebagai Wakil Agama Islam di MRP 

Gubernur Papeg Lantik Hamka Yelipele Gantikan Ismail Asso Sebagai Wakil Agama Islam di MRP 

Hamka Yelipele resmi menggantikan Ismail Asso  sebagai anggota  Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Pegunungan Periode 2023-2028  usai dilak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer