BGN: Dugaan Keracunan MBG di SMAN 5 Jayapura Dipicu Air yang Terkontaminasi Bakteri E. coli

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan yang dialami siswa dan guru usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 5 Jayapura.
Hasil pemeriksaan menunjukkan penyebab insiden tersebut diduga berasal dari air yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli).
Koordinator Regional BGN Provinsi Papua, Rama Irjayanto Putra Sukoco Borotian, mengatakan hasil uji laboratorium membantah berbagai dugaan yang sebelumnya berkembang, mulai dari kualitas lauk ayam, sayuran hingga proses distribusi makanan.
"Kalau kejadian di SMA 5, setelah hasil laboratorium keluar ternyata penyebabnya adalah air yang mengandung E. coli," kata Rama kepada Cenderawasih Pos, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, hasil laboratorium menunjukkan makanan yang disajikan bukan menjadi sumber utama gangguan kesehatan para penerima manfaat.
"Spekulasi bahwa penyebabnya karena ayam, sayurnya, atau proses pengantarannya terlalu lama ternyata terbantahkan. Hasil uji laboratorium menunjukkan penyebabnya adalah air yang mengandung E. coli," ujarnya.
Rama menjelaskan, begitu menerima laporan adanya dugaan keracunan, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) bersama yayasan penyelenggara dan mitra pelaksana langsung bergerak memberikan pendampingan kepada para penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan.
Seluruh korban, kata dia, mendapat penanganan medis hingga kondisi mereka membaik dan diperbolehkan pulang.
"KSPPG bersama yayasan dan mitra langsung mengunjungi penerima manfaat yang diduga menjadi korban, memberikan pengobatan hingga seluruhnya sembuh dan kembali ke rumah," jelasnya.
Sebelumnya, sebanyak 120 orang yang terdiri atas 109 siswa dan 11 guru SMAN 5 Jayapura diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Insiden itu terjadi pada Selasa (28/7/2026), sehari setelah makanan dibagikan.



