Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Barto Taniauw dan Novel Krey Berdamai, Rusdianto Abu Tegaskan Tak Ada Dualisme KNPI Kota Jayapura

Y

 


Advertisement

Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Provinsi Papua, Rusdianto Abu bersama Novel Krey dan Barto Taniauw dan Ketua KNPI Papua, Benyamin Gurik saat foto bersama. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Provinsi Papua, Rusdianto Abu bersama Novel Krey dan Barto Taniauw dan Ketua KNPI Papua, Benyamin Gurik saat foto bersama. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kisruh pemilihan Ketua KNPI Kota Jayapura akhirnya menemui titik terang.

 

Advertisement

Dua tokoh pemuda, Barto Taniauw dan Novel Krey, resmi bertemu dan sepakat mengakhiri konflik yang sempat mencuat pasca Musyawarah Daerah (Musda) VI KNPI Kota Jayapura.

 

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Provinsi Papua, Rusdianto Abu, di Padang Bulan, Sabtu (21/3/2026) malam, menjadi momentum penting dalam upaya penyatuan organisasi kepemudaan di ibu kota Provinsi Papua tersebut.

Advertisement

 

Dalam pertemuan itu, Rusdianto Abu menegaskan bahwa tidak ada lagi dualisme kepemimpinan KNPI di Kota Jayapura.

 

“Sebagai Ketua MPI DPD KNPI Provinsi Papua, saya tegaskan bahwa tidak ada dualisme KNPI di Kota Jayapura. Malam ini kita sudah melakukan islah politik dan penyatuan pemuda,”ucap Rusdianto Abu.

 

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Benyamin Gurik, serta sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP). 

 

Kehadiran berbagai elemen ini dinilai sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga soliditas dan persatuan pemuda.

 

Rusdianto juga menegaskan bahwa langkah rekonsiliasi ini sejalan dengan arahan pemerintah daerah. 

 

Sebelumnya, dalam agenda buka puasa bersama di Gedung Negara, Gubernur Papua Matius Fakiri dan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo meminta agar KNPI di Kota Jayapura segera bersatu dan mengakhiri perbedaan.

 

“Bapak Gubernur dan Wali Kota meminta agar KNPI Kota Jayapura segera melakukan konsolidasi dan tidak ada lagi dualisme,” jelasnya.

 

Menurut Rusdianto, pemuda harus kembali fokus pada peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu mengawal program pembangunan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.

 

“KNPI harus hadir dengan kerja nyata, bukan terjebak dalam konflik internal. Semua pemuda harus bersatu untuk membangun Kota Jayapura,”tegas pria yang menjabat juga menjabat sebagai Kepala BPKAD Provinsi Papua ini.

 

Rusdianto juga mengingatkan bahwa dinamika organisasi tidak boleh mengganggu tugas utama pemuda. 

 

Bahkan, pihaknya tidak segan menindak tegas oknum yang masih mencoba memecah belah KNPI di Kota Jayapura.

 

Sementara itu, Novel Krey menyatakan telah menerima hasil Musda yang menetapkan Barto Taniauw sebagai Ketua KNPI Kota Jayapura.

 

“Musda sudah selesai dan saatnya kita bersatu kembali. Saya siap mendukung Bung Barto Taniauw sebagai Ketua KNPI Kota Jayapura,”ungkap Novel.

 

Ia juga mengajak seluruh OKP dan kelompok Cipayung yang selama ini mendukungnya untuk bersama-sama membangun KNPI Kota Jayapura demi kepentingan pemuda dan masyarakat.

 

Hal senada disampaikan Barto Taniauw. Ia mengapresiasi peran Ketua Ketua MPI DPD KNPI Papua, bapak Rusdianto Abu yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut sehingga konflik dapat diselesaikan secara baik.

 

“Persoalan KNPI Kota Jayapura sudah selesai. Tidak ada lagi dualisme seperti yang berkembang di luar,”kata Barto Taniauw.

 

Barto menilai dinamika yang terjadi dalam Musda merupakan hal biasa dalam sebuah organisasi. 

 

Namun, tujuan utama tetap sama, yakni membangun pemuda yang kuat dan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah.

 

“Saya berkomitmen merangkul semua OKP dan elemen pemuda untuk bersama-sama membangun Kota Jayapura,”ujarnya.

 

Ketua KNPI Provinsi Papua, Benyamin Gurik, turut menyampaikan apresiasi atas rekonsiliasi tersebut.

 

Ia menilai pertemuan ini menjadi bukti bahwa seluruh pihak memiliki komitmen menjaga persatuan.

 

“Polemik sudah selesai. Hari ini kedua tokoh sudah bertemu dan menyepakati penyatuan. Tidak ada lagi dualisme KNPI di Kota Jayapura,” tegasnya.

 

Dengan berakhirnya konflik ini, seluruh elemen pemuda diharapkan dapat kembali bersatu, memperkuat sinergi, dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan di Kota Jayapura. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Abisai Rollo: Penanganan Kemiskinan Harus Dimulai dari Distrik hingga Kampung

Abisai Rollo: Penanganan Kemiskinan Harus Dimulai dari Distrik hingga Kampung

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan bahwa penanganan kemiskinan di Kota Jayapura membutuhkan kerja bersama dan harus dilakukan secar

Betulkah Rencana Demo Dilakukan Selama 12 Hari, Polisi Dalami Isunya 

Betulkah Rencana Demo Dilakukan Selama 12 Hari, Polisi Dalami Isunya 

Publik hingga kini masih betanya-tanya apakah betul rencana aksi demo yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ini akan dilakukan mulai 3 hingga 15 Juli mendatang sesuai dengan selebaran yang dibagikan. 

Memperhatinkan, JPO Abepura Segera Diperbaiki Pemerintah Provinsi Papua

Memperhatinkan, JPO Abepura Segera Diperbaiki Pemerintah Provinsi Papua

Kabar mengenai rencana perbaikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Abepura oleh Pemerintah Provinsi Papua dalam waktu dekat disambut lega, mengingat kondisi nyata fasilitas tersebut saat ini sudah sangat tidak layak dan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer