Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini yang Dikhawatirkan Jika Pasien Kanker RSUD Jayapura Terlambat Mendapat Obat Kemoterapi

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Sejumlah pasien yang datang berobat di RSUD Jayapura.(Ceposonline.com/Elfira)
Sejumlah pasien yang datang berobat di RSUD Jayapura.(Ceposonline.com/Elfira)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah obat penting untuk penanganan pasien kanker saat ini tidak tersedia. Kekosongan obat menyebabkan pasien kanker tidak dapat menjalani kemoterapi sesuai jadwal. Padahal, pengobatan kanker harus dilakukan secara berkesinambungan.


Advertisement

   Menurutnya, kemoterapi yang dijadwalkan setiap tiga minggu harus dijalankan tepat waktu agar efektif menekan pertumbuhan sel kanker. Lantas apa dampaknya bila pasien kanker terlambat mendapat Obat Kemoterapi?

 Dokter Jan mengkhawatirkan kondisi pasien kanker akan bertambah parah dibandingkan sebelumnya. “Kalau pengobatan tertunda, itu justru memberi kesempatan sel kanker tumbuh kembali. Bahkan, kanker yang tumbuh kembali biasanya lebih agresif dari sebelumnya,” jelasnya.

   Menurutnya, keterlambatan terapi berisiko membuat kondisi pasien memburuk, termasuk perubahan stadium kanker dari stadium awal ke stadium yang lebih berat. Hal ini tidak hanya meningkatkan penderitaan pasien, tetapi juga berpotensi menaikkan angka kematian akibat keterlambatan pengobatan.

Advertisement

   Sejumlah obat yang kosong tersebut, menurut dr Jan, diantaranya Finacs 5FU (Curasil), Cisplatin, Etoposide, Herzemab, Zoladex 10.8, Ifosfamid (Holoxan), Zoledronic Acid (Zoltero), Tamoxifen 10 mg, Filgrastim (Leucogen), serta obat penghilang nyeri seperti tramadol dan morfin, termasuk beberapa obat kombinasi lainnya.

    Ia berharap pemerintah daerah sebagai pemilik rumah sakit dapat melihat kondisi ini secara serius dan mengambil langkah nyata. Sebab, pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Papua, harus benar-benar berorientasi pada kemanusiaan, bukan sekadar wacana.

   “Saya harap pemerintah hadir dan bertindak nyata sebagai pemilik rumah sakit, bukan hanya berbicara tanpa kebijakan yang jelas,” pungkasnya (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Pendapatan Naik Jadi Rp103 Miliar, RSUD Jayapura Tetap Prioritaskan Warga Tak Mampu

Pendapatan Naik Jadi Rp103 Miliar, RSUD Jayapura Tetap Prioritaskan Warga Tak Mampu

Pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Jayapura menunjukkan peningkatan.

Tekan Defisit APBD 2027, Bupati Biak Numfor Perintahkan Review Anggaran Seluruh OPD

Tekan Defisit APBD 2027, Bupati Biak Numfor Perintahkan Review Anggaran Seluruh OPD

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mulai melakukan peninjauan kembali terhadap Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) seluruh Organisasi Perangkat D

1,6 Juta Murid Selesai Ikuti TKA SMA Gelombang Pertama, 503 ribu Peserta Ikuti Sesi Khusus

1,6 Juta Murid Selesai Ikuti TKA SMA Gelombang Pertama, 503 ribu Peserta Ikuti Sesi Khusus

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.601.449 murid SMA/MA/SMK dan sederajat telah menyelesaikan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer