Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selamatkan Papua, Kemerdekaan Butuh Persatuan

J
Penulis: Jimianus Karlodi❯

 

Solidaritas Mahasiswa Papua saat menggelar seminar umum di Asrama Putra Mahasiswa Yahukimo di perumnas lll Waena, Senin (1/12/2025).
Solidaritas Mahasiswa Papua saat menggelar seminar umum di Asrama Putra Mahasiswa Yahukimo di perumnas lll Waena, Senin (1/12/2025).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember, Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP), mengadakan seminar terbuka yang digelar di Asrama Putra Mahasiswa Yahukimo di Perumnas lll Waena.


Advertisement

Seminar tersebut mengangkat tema 'Selamatkan Bangsa Papua, Butuh Kekuatan, Kemerdekaan Butuh Persatuan'. Adapun Seminar ini diselenggarakan dengan alasan solidaritas mahasiswa papua melihat bahwa di Tanah Papua darurat militer, demokrasi, terus terjadi.

Kamus Bayage, selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan bangsa Papua Barat ke -64 tahun.

"Kami melaksanakan seminar ini untuk merefleksikan hari kemerdekaan bangsa Papua Barat ke-64 atas perjuangan dan penderita rakyat Papua dari perjuangan panjang untuk mendirikan sebuah bangsa yaitu Papua Barat itu sendiri," kata Kamus Bayage kepada Cenderawasih Pos di Perumnas lll, Senin (1/12/2025).

Advertisement

Adapun dalam seminar tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa, tokoh-tokoh politik Papua, salah satunya Buchtar Tabuni dan Yohanis Tabuni, Juru Bicara Internasional TNPB Victor Yeimo, dan LBH Papua.

Kamus mengingatkan, seluruh masyarakat Papua untuk terus memperjuangkan hingga kemerdekaan sebagai bangsa berdaulat tercapai.

Namun disatu sisi dia menjelaskan, mahasiswa saat ini hanya bisa berusaha independen, untuk bagaimana menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini di Papua. Untuk itu ia mengajak generasi muda Papua bersama-sama perjuangkan masa depan Papua untuk mencapai kemerdekaan.

Advertisement

"Kami generasi muda Papua akan memperjuangkan sampai mendapatkan kemerdekaan untuk menentukan nasib sendiri," ucap Kamus dengan tegas.

Lebih jauh, kordinator mahasiswa Papua itu juga turut menyoroti penambahan militer di Papua oleh pemerintah. Dikawatirkannya penambahan militer itu nantinya akan membawa dampak negatifnya terhadap hak asasi manusia, peningkatan kekerasan, dan ketidakstabilan sosial di wilayah tersebut.

“Kami juga sangat mendukung untuk segera tarik kembali pasukan militer non-organik ke baraknya. Orang Papua, sudah lama trauma dengan operasi militer. Jangan tambah lagi dengan pengiriman militer banyak-banyak,” pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Di tengah arus transformasi digital yang serba cepat, di mana informasi dapat diakses dalam hitungan detik melalui gawai, sebuah tantangan b

Harapan Itu Bernama Pertamina

Harapan Itu Bernama Pertamina

Puing-puing sisa kebakaran masih menggantung di bibir pantai Kampung Nelayan, Dok V, Kelurahan Mandala, Jayapura Utara, Minggu (25/10/2026).

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Lebih dari 800 orang diperkirakan menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua 2026 di Kab

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer