Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sudah Satu Bulan Lapas Anak dan Perempuan Dipalang, Dewan Adat Keerom Minta Ada Penyelesaian

M
Penulis: Mustakim Ali❯
Ketua Dewan Adat Kabupaten Keerom, Laurens Borotian berdialog dengan pihak Lapas Anak dan Perempuan di Kampung Bate Kabupaten Keerom, Sabtu ( 4/10/2025) (istimewa)
Ketua Dewan Adat Kabupaten Keerom, Laurens Borotian berdialog dengan pihak Lapas Anak dan Perempuan di Kampung Bate Kabupaten Keerom, Sabtu ( 4/10/2025) (istimewa)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM – Pemalangan terhadap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak dan Perempuan di Kampung Bate Kabupaten Keerom, kini telah genap berlangsung selama satu bulan. 


Advertisement

Aksi pemalangan yang dilakukan masyarakat adat pemilik hak ulayat ini dilatarbelakangi tuntutan terkait pelunasan hak-hak mereka yang hingga kini belum diselesaikan oleh pihak terkait.

Ketua Dewan Adat Kabupaten Keerom, Laurens Borotian turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi lapangan serta berdialog dengan masyarakat adat dan pihak lapas, Sabtu (4/10/2025). 

Ia menilai, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak besar pada jalannya aktivitas pembinaan dan pelayanan di dalam lapas.

Advertisement

“Buntut dari pemalangan ini adalah karena hak-hak masyarakat adat pada tahap ketiga belum juga diselesaikan. Karena belum ada penyelesaian, maka mereka palang,” ungkap Laurens Borotian.

Ia menambahkan, posisi masyarakat adat sebenarnya sudah jelas. Mereka hanya menuntut apa yang menjadi haknya, sehingga tanggung jawab kini berada di pihak terkait untuk segera melakukan tindak lanjut.

“Apa yang dilakukan oleh masyarakat adat atau pemilik ulayat sudah pada posisinya. Tinggal bagaimana pihak terkait menindaklanjuti penyelesaian sisa kewajiban itu,” tegas Laurens.

Advertisement

Menurutnya, pemalangan yang sudah berjalan hingga satu bulan ini sangat mengganggu jalannya aktivitas lapas. Mulai dari distribusi makanan bagi warga binaan, akses keluar-masuk petugas, hingga program pembinaan yang seharusnya berjalan normal kini ikut terhambat.

“Akibat pemalangan ini, aktivitas seperti drop makanan, keluar-masuk pegawai, dan kegiatan pembinaan menjadi sangat terganggu. Kalau dibiarkan terus, pasti ada dampaknya,” jelasnya.

Laurens Borotian pun mendesak agar pihak terkait segera duduk bersama dengan masyarakat adat untuk mencari jalan keluar terbaik. Ia menilai, pendekatan dialog dan penyelesaian hak ulayat merupakan kunci agar pemalangan bisa segera dibuka.

“Harapan kami, pihak terkait jangan menutup mata. Segera tindaklanjuti persoalan ini agar pemalangan bisa dibuka dan aktivitas di lapas kembali normal,” pungkasnya.

Sampai saat ini, pemalangan Lapas Anak dan Perempuan Keerom masih berlangsung, dengan kondisi aktivitas di dalam lapas berjalan terbatas. Diharapkan ada penyelesaian sehingga tidak terjadi berkepanjangan.(*)

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Lapas Wamena Sudah Over Kapasitas, Bangunan Rapuh, Saatnya Pemprov Papeg Berikan Perhatian

Lapas Wamena Sudah Over Kapasitas, Bangunan Rapuh, Saatnya Pemprov Papeg Berikan Perhatian

Kondisi kapasitas di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wamena sudah sesak, pasalnya satu-satunya Lapas di Papua Pegunungan itu kelebihan nyari

Kurangi Over Kapasitas, Lapas Merauke Pindahkan 25 Warga Binaan ke Lapas Tanah Merah

Kurangi Over Kapasitas, Lapas Merauke Pindahkan 25 Warga Binaan ke Lapas Tanah Merah

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke memindahkan 25 warga binaan ke Lapas Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, pada Selasa (13/

Pasca Keributan dan Pembakaran Kantor, Dua Pejabat Lapas Merauke Dibebastugaskan

Pasca Keributan dan Pembakaran Kantor, Dua Pejabat Lapas Merauke Dibebastugaskan

Pascakeributan dan pembakaran kantor di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke, dua pejabat Lapas untuk sementara dibebastugaskan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer