Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Korwil LMA Tabi Saireri Akui Naomi R. Sumel Layak Jadi Ketua Pokja Perempuan MRP, Ini Alasannya

M
Penulis: Mustakim Ali❯
Koordinator Wilayah (Korwil) Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tabi Saireri Provinsi Papua, Marinus Isagi.
Koordinator Wilayah (Korwil) Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tabi Saireri Provinsi Papua, Marinus Isagi.

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Kordinator Wilayah (Korwil) Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tabi Saireri Provinsi Papua, Marinus Isagi menyampaikan saran dan masukan bagi keanggotaan yang baru Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua priode 2024-2029.


Advertisement

Dalam keterangannya, Marinus Isagi berharap dalam keanggotaan yang baru di MRP, ada pemerataan dalam pembagian atau pemilihan fungsi-fungsi dalam kepengurusan atau struktur lembaga MRP, khususnya ketua-ketua Pokja dan bidang-bidang yang lainnya.

"Dalam pemilihan ketua khususnya Pokja dan bidang yang lainnya kalau bisa keterwakilan anggota 8 kabupaten dan 1 kota harus betul-betul simbang, sehingga ada pemerataan," ujar Marinus Isagi.

Salah satu contohnya menurut Marinus Isagi adalah Kabupaten Keerom, yang mana beberapa priode hanya menjadi anggota biasa, sehingga dalam periode yang baru ini bisa diakomodir.

Advertisement

"Kami sangat berharap, dalam periode yang baru ini ada keterwakilan Keerom yang menjadi ketua, seperti saudari Naomi Romi Sumel yang saat ini menjadi ketua sementara Pokja Perempuan bisa diorbitkan jadi ketua tetap," ungkapnya.

Dasar pertimbangan Marinus Isagi adalah, sosok Naomi Romi Sumel ini merupakan aktivis dan tokoh perempuan asli Keerom yang cukup berperan dalam menyuarakan dan memberdayakan perempuan asli Papua di wilayah Tabi Saireri khususnya di Kabupaten Keerom yang berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea (PNG).

"Di Keerom, saudari Naomi ini banyak berperan dalam menyuarakan dan memberdayakan perempuan, selain itu rekam jejaknya juga baik, sehinga kami dari lembaga adat sangat mengharapkan Naomi Romi Sumel ini layak untuk menjadi Ketua tetap Pokja Perempuan MRP periode 2024-2029," tuturnya.

Advertisement

"Sebagai lembaga adat juga kami sangat berharap perlu ada penyegaran, pemerataan dan keseimbangan dalam MRP khususnya dalam keanggotaan yang baru ini periode 2024-2029," lanjutnya.

Marinus Isagi menambahkan, apa yang sudah disampaikan hanya sebatas saran dan masukan tidak mengurangi apalagi mau mengintervensi tahapan dan proses yang ada di dalam MRP saat ini.

"Perlu digaris bawahi bahwa saya tidak bermaksud untuk mengintervensi nomenklatur atau proses yang ada di dalam MRP, hanya sebatas saran dan masukan saja," lanjutnya.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Di tengah arus transformasi digital yang serba cepat, di mana informasi dapat diakses dalam hitungan detik melalui gawai, sebuah tantangan b

Harapan Itu Bernama Pertamina

Harapan Itu Bernama Pertamina

Puing-puing sisa kebakaran masih menggantung di bibir pantai Kampung Nelayan, Dok V, Kelurahan Mandala, Jayapura Utara, Minggu (25/10/2026).

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Lebih dari 800 orang diperkirakan menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua 2026 di Kab

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer