Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

74 BTS di Keerom Sudah Mengudara, Membuka Jendela Informasi Hingga Kampung Perbatasan

E
Penulis: Erianto Pasae❯
Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Keerom, Wawan Hidayat Wanma, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (21/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Keerom, Wawan Hidayat Wanma, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (21/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver Station (BTS) dipastikan telah berdiri dan beroperasi penuh (on air) di seluruh Distrik.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Keerom, Wawan Hidayat Wanma, mengungkapkan dari puluhan BTS tersebut, 24 unit di antaranya telah mendapatkan sokongan pembiayaan langsung dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

"Saat ini sudah ada 24 BTS untuk perawatan ditanggung langsung oleh kementerian pusat. Kami di daerah bertugas melakukan pemantauan,” ungkap Wawan kepada awak media, Senin (21/9/2026).

Advertisement

Meski 74 BTS sudah aktif, termasuk yang berada di wilayah paling jauh, di Kampung Niliti, Distrik Towe, Dinas Kominfo Keerom masih terus memetakan kawasan blank spot tersisa agar dapat diusulkan kembali ke pemerintah pusat.

Kehadiran puluhan pemancar sinyal 4G ini dinilai membawa dampak signifikan bagi masyarakat di pelosok Keerom, terutama dalam menjamin kelancaran arus informasi, perekonomian, hingga keselamatan warga.

"Manfaatnya sangat besar, terutama untuk membuka akses komunikasi. Dengan sinyal yang memadai, warga bisa mengantisipasi berbagai kendala di lapangan. Contohnya informasi cuaca atau bencana longsor di jalan, sehingga warga yang hendak bepergian bisa bersiap lebih awal," jelas Wawan.

Advertisement

Selain mempermudah transaksi ekonomi warga pelosok, infrastruktur digital ini mempercepat koordinasi pelayanan publik, seperti pengurusan administrasi kependudukan tanpa harus terhambat jarak. Jaringan ini juga berdampak besar terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan di Negeri Tapal Batas.

Wawan juga meminta partisipasi aktif dari warga lokal untuk menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas BTS di daerah masing-masing.

"Keterlibatan masyarakat yang selama ini sudah berjalan sangat kami harapkan. Tolong jaga kepercayaan ini dengan merawat fasilitasnya. Jika ada kendala teknis atau masalah di lapangan, segera laporkan ke Dinas Kominfo agar kami bisa memfasilitasi penanganannya langsung ke kementerian," pungkasnya.

Pembangunan BTS terebut merupakan kolaborasi oleh Kemkomdigi dan Pemerintah Kabupaten Keerom sejak tahun 2024-2025. (*)

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

Dua Tahun Berkarya, DPR Papua Tengah Fokus Perkuat Legislasi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Dua Tahun Berkarya, DPR Papua Tengah Fokus Perkuat Legislasi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Genap dua tahun menjalankan tugas sejak dilantik pada 2024, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmennya

HUT ke-4 Papua Selatan, Pemprov Berikan Relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor Selama November

HUT ke-4 Papua Selatan, Pemprov Berikan Relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor Selama November

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan memberikan relaksasi Pajak

Satgas TNI Buru OPM di Papua Menggunakan Helikopter 

Satgas TNI Buru OPM di Papua Menggunakan Helikopter 

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III terus mengintensifkan upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer