Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Diabaikan Dalam Perawatan Harian, Garis Gusi dan Sela gigi Bisa Picu Masalah ini

A
Konferensi pers usmile: New Smile with Raditya Dika. (Ceposonline.com/ANTARA/HO-usmile)
Konferensi pers usmile: New Smile with Raditya Dika. (Ceposonline.com/ANTARA/HO-usmile)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA  - Untuk menjaga kesehatan gizi dan mulut, masyarakat rutin melakukan gosok gigi tiap kali mandi maupun menjelang tidur malam. Sebagian melakukan gosok gigi dengan benar, tapi sebagian asal gosok gigi dan mengabaikan hal penting dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. 
Ternyata banyak orang, termasuk orang dewasan sekali pun, yang selama ini asal mengosok gigi. Dampaknya, memicu sejumlah persoalan, tertutama menyangkut bau mulut yang tak sedap, meski sudah gosok gigi. 

Seperti dilansir Antara, Dokter gigi drg. Zahrah Almira mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, terutama pada bagian garis gusi dan sela gigi yang kerap terlewat dari perhatian saat menyikat gigi.

Menurut dia, biasanya orang mulai memperhatikan perawatan gigi karena ingin napas lebih segar atau gigi terlihat lebih putih itu bisa menjadi awal yang baik. Namun garis gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan kebersihannya agar plak tidak menumpuk.

Advertisement

“Kebersihan di sepanjang garis gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan. Plak adalah lapisan biofilm yang mengandung bakteri. Jika menumpuk, plak dapat berkontribusi pada masalah gigi dan gusi,” kata drg. Zahrah, dalam keterangan pers “usmile” yang diterima, Sabtu.

Dalam publikasinya pada Juni 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 12,4 persen peserta Program Cek Kesehatan Gratis mengalami masalah gusi, ketika program tersebut telah menjangkau hampir sembilan juta penduduk.

Zahrah menyampaikan dasar perawatan sehari-hari mencakup menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit dengan pasta gigi berfluorida serta membersihkan sela gigi setiap hari.

Advertisement

Saat menyikat, gunakan tekanan lembut dan bersihkan seluruh permukaan gigi, termasuk bagian luar, dalam, permukaan kunyah, dan gigi belakang. Pemilihan produk dan alat pembersih perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi gigi dan gusi.

Ia juga mengingatkan apabila gusi sering berdarah, bengkak, atau bau mulut terus muncul, sebaiknya periksa ke dokter gigi agar penyebabnya bisa diketahui.

“Noda pada permukaan gigi, warna alami gigi, bau mulut, dan kondisi enamel punya penyebab serta cara perawatan yang berbeda. Jadi, penting untuk tahu apa yang ingin kita rawat dan apa fungsi produk yang dipilih,” tutur dia.


Dalam mendorong perawatan gigi dekat dengan keseharian masyarakat, merek perawatan gigi dan mulut (oral care) global asal Guangzhou, Tiongkok, usmile, juga menggandeng Raditya Dika sebagai Brand Ambassador di Indonesia, mengajak masyarakat lebih memperhatikan perawatan gigi dan mulut serta mengenali pilihan produk sesuai kebutuhan mereka.

Advertisement

Artikel Terkait

Tren Lari Terus Meningkat, Kesehatan Tulang dan Sendi Perlu Jadi Perhatian

Tren Lari Terus Meningkat, Kesehatan Tulang dan Sendi Perlu Jadi Perhatian

Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari mendorong perhatian terhadap kesiapan fisik pelari, termasuk kesehatan tulang dan sendi

Apolo Safanpo Serahkan Sarana Kesehatan, Tekankan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

Apolo Safanpo Serahkan Sarana Kesehatan, Tekankan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung rumah sakit dan pus

Waspada! Penyakit Jantung Sering Muncul Tanpa Gejala, Begini Cara Untuk Mengatasinya

Waspada! Penyakit Jantung Sering Muncul Tanpa Gejala, Begini Cara Untuk Mengatasinya

Seiring perubahan pola hidup dan pola komsumsi makanan, saat ini mulai banyak warga yang teserang penyakit jantung. Penyakit ini kini tidak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer