Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rustan Saru: Yang Berkinerja Buruk Pasti Dievaluasi

Y
Penulis: Yohanes Palen❯
Wakil Wali Kota Jayapura, H.Rustan Saru. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)
Wakil Wali Kota Jayapura, H.Rustan Saru. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Wakil Wali Kota Jayapura, H.Rustan Saru memberikan warning khusus kepada pimpinan OPD di Pemkot Jayapura.


Advertisement

Hal ini berkaitan dengan kinerja dari Kepala OPD yang sejauh ini belum bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Selain itu penyerapan anggaran ditahun 2025 yang masih rendah juga menjadi salah satu alasan evaluasi terhadap kinerja dari pimpinan OPD ini.

"Jadi sampai sejauh ini penyerapan anggaran di OPD kita ditahun 2025 ini masih rendah baru mencapai 63,56 persen,"ungkap Rustan Saru.

Advertisement

Rustan Saru menjelaskan, alasan masih rendahnya penyerapan anggaran dikarenakan beberapa faktor.

Pertama itu dikarenakan masih ada rekanan atau pihak ketiga yang belum melakukan panagihan.

Kemudian ada beberapa kegiatan oprasional yang bantuan melalui pendidikan seperti BOSDA itu belum terealisasi.

Advertisement

Demikian juga bantuan keagamaan untuk intensif guru ngaji dan sekolah minggu yang sejuah ini belum direalisasi.

"Paling tidak proses penagihan semua aitem ini dipercepat dalam bulan November 2025 ini,"tegasnya.

Pihaknya menargetnya hingga Desember 2025 nanti realisasi anggaran tahun 2025 ini bisa mencapai 98 persen.

"Realisasi penyerapan anggaran cukup penting. Jangan Kepala OPD minta tambahan anggaran cukup besar, tetapi lambat dalam penyerapan,"tuturnya.

Sambung Politisi PAN ini bahwa, penyerapan anggaran sangat penting dan jadi perhatian para Kepala OPD, karena ini menyangkut kinerja.

"Kalau kinerja baik dan penyerapan anggaran bagus, tentu ini berkaitan dengan penilian dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah secara nasional menyangkut kinerja kepala daerah,"bebernya.

Rustan Saru kini meminta Kepala OPD agar lakukan tugasnya dengan baik. Jangan minta tambahan uang banyak, tetapi serapan rendah. 

"Untuk itu tahun 2026 nanti jangan sampai ada OPD yang tidak menuntaskan pekerjaan pada akhirnya jadi Silpa dan dananya dikembalikan ke kas daerah atau pemerintah pusat,"tuturnya.

Ditanya soal ada usulan dari para anggota DPRK Kota Jayapura agar mengantikan OPD yang berkinerja buruk, Rustan Saru mengatakan, tentu ini akan menjadi evaluasi dan perhatian serius pihaknya bersama Wali Kota.

"Dengan kinerja yang sekarang kita lihat baik itu Pimpinan OPD, Lurah, Kepala Kampung, Kepala Unit terkait, Kepala Puskesmas, Kepala Bidang baik eselon III dan IV mana yang kinerja bagus dan tidak baik tentu akan kita evaluasi,"pungkas Rustan Saru. (*).

 

 

Advertisement
Editor : Abdel Gamel Naser

Artikel Terkait

Jejak Kejahatan SJ Terhenti, Polsek Jayapura Selatan Ungkap Kasus Ganda

Jejak Kejahatan SJ Terhenti, Polsek Jayapura Selatan Ungkap Kasus Ganda

Langkah pelarian SJ (26) akhirnya terhenti di tangan Tim Opsnal Reskrim Polsek Jayapura Selatan.

Data Desil di Jayapura Disorot, Dianggap Kaya oleh Sistem Padahal Hidup Masih Susah

Data Desil di Jayapura Disorot, Dianggap Kaya oleh Sistem Padahal Hidup Masih Susah

Persoalan karut-marut data kependudukan dan sistem pemeringkatan kesejahteraan atau desil dalam penyaluran bantuan sosial serta layanan

Urus KTP Tak Perlu Jauh-Jauh, Abisai Rollo Minta Kelurahan Lebih Proaktif

Urus KTP Tak Perlu Jauh-Jauh, Abisai Rollo Minta Kelurahan Lebih Proaktif

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo meminta seluruh pemerintah kelurahan di Kota Jayapura agar proaktif mendukung program pelayanan administras

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer