Data Desil di Jayapura Disorot, Dianggap Kaya oleh Sistem Padahal Hidup Masih Susah

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Persoalan karut-marut data kependudukan dan sistem pemeringkatan kesejahteraan atau desil dalam penyaluran bantuan sosial serta layanan kesehatan gratis di Kota Jayapura mendesak untuk segera dibenahi.
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura sekaligus Ketua Panitia Kerja (Panja) Pelayanan Publik, Yuli Rahman, mengungkapkan bahwa validitas data saat ini membutuhkan perombakan total agar hak-hak masyarakat prasejahtera dapat terlindungi secara adil.
Yuli menyoroti ketimpangan yang terjadi pada pengelompokan desil 1 hingga desil 4, yang seharusnya menjadi kelompok prioritas penerima berbagai program perlindungan sosial dari pemerintah.
"Faktanya, banyak warga dari kalangan benar-benar tidak mampu justru gagal mendapatkan bantuan karena posisi desil mereka tergeser akibat sistem yang kurang akurat. Sebaliknya, warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih justru kerap tercatat di desil bawah," kata Yuli saat di konfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (7/11/2026).
Kondisi tersebut dipicu adanya oknum berpenghasilan tinggi yang memanipulasi atau memasukkan data ke dalam sistem, sehingga menempati posisi desil 1 atau desil 2.



