Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sikapi Soal Demo dan Palang, Abisai Rollo: Kita Harus Ubah Cara Lama dengan Buka Ruang Dialog

Y
Penulis: Yohanes Palen❯
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo bersama Ondoafi Kampung Kayo Pulo, Nicolas Youwe dan Plt. Sekda Kota Jayapura, Muchlis Karim saat memberikan keterangan pers di Kotaraja, Minggu (2/11/2025).
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo bersama Ondoafi Kampung Kayo Pulo, Nicolas Youwe dan Plt. Sekda Kota Jayapura, Muchlis Karim saat memberikan keterangan pers di Kotaraja, Minggu (2/11/2025).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Masyarakat adat dari 14 Kampung di Kota Jayapura telah menyerahkan pernyatan sikap mereka kepada Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.


Advertisement

Adapun pernyataan sikap masyarakat adat dari 14 Kampung tersebut terkait dukungan mereka selama kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura 5 tahun mendatang.

Adapun beberapa poin penting dalam pernyataan sikap dari masyarakat adat 14 Kampung di Kota Jayapura ini diantarnya mereka sepakat tidak lagi melakukan aksi palang dan demo di Kota Jayapura.

Selain itu mereka juga bersedia menyerahkan seluruh aset wisata mereka untuk dikelola oleh Pemerintah Kota Jayapura dengan sistem bagi hasil.

Advertisement

"Ya, pada saat Turkam saya di 14 Kampung dimana semua masyarakat adat telah membuat pernyataan sikap mereka terkait dukungan mereka kepada Pemerintah Kota Jayapura,"ucap Abisai Rollo.

Kata Abisai Rollo bahwa, pernyatan sikap dari 14 Kampung di Kota Jayapura tersebut telah diserahkan secara resmi kepada dirinya saat Turkam.

Adapun beberapa poin penting dalam pernyataan sikap ini dimana mereka sepakat tidak melakukan palang dan demo di Kota Jayapura selama kepemimpinannya sebagai Wali Kota.

Advertisement

Masyarakat adat juga bersedia menyerahkan aset wisata mereka untuk dikelola oleh Pemerintah Kota Jayapura dengan sistem bagi hasil.

Menurutnya, dengan adanya pernyataan sikap tersebut maka masyarakat di Kampung terutama mereka yang punya negeri ini berkeinginan menciptakan Kota Jayapura ini aman dan damai.

Sebagai Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo memberikan respek positif dan berterima kasih kepada masyarakat adat di 14 Kampung atas inisitif baik mereka dalam mendukung kemajuan pembangunan di Kota Jayapura yang lebih baik lagi.

Abisai Rollo menegaskan, penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan dengan cara berdialog, bukan melalui aksi demonstrasi atau pemalangan jalan.

“Kita harus mengubah cara lama. Tidak perlu demo dan palang. Kalau ada masalah, datang kesaya dan saya akan selesaikan,” ujar pria yang biasa disapa ABR ini.

Ia juga menambahkan bahwa apabila permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Papua, Pusat, lembaga swasta dan lainnya, maka pihaknya siap menjadi fasilitator agar persoalan tersebut bisa ditangani dengan baik.

Sambung ABR bahwa, aksi demo turun kejalan dan palang bukan satu-satunya menjadi solusi memecahkan persoalan yang ada.

Karena akibatnya bisa berkepanjangan yang pada akhirnya menganggu ketertiban umum dan keamanan dimasyarakat itu sendiri.

ABR mengaku bahwa, setiap persoalan atau masalah semua bisa diatasi dengan baik, salah satunya dengan datang berdialog langsung dengan Pemerintah.

Dirinya juga akan selalu terbuka dan siap menampung aspirasi masyarakat asalkan semua aspirasi itu disampaikan dengan cara yang baik tanpa harus lewati cara demo di jalan dan palang.

Politisi Golkar berharap, melalui dialog suara masyarakat dapat tersalurkan secara efektif tanpa menimbulkan gangguan ketertiban umum.

ABR juga tidak alergi dengan kritikan, justru baginya adanya kritikan dari masyarakat sangat bagus untuk bersama-sama membangun Kota Jayapura ini lebih baik lagi.

Lanjut ABR bahwa, penyampaian aspirasi atau demo tidak dilarang, karena merupakan hak yang dijamin konstitusi dan diatur oleh undang-undang.

Namun, ada larangan terhadap demonstrasi yang dilakukan secara anarkis, merusak, mengancam, memprovokasi kebencian, atau melanggar aturan itu yang harus dihindari dan tidak boleh terjadi di Kota Jayapura.

"Penyampaian aspirasi di ruang publik boleh saja, saya tidak melarangnya, alangkah baiknya jika saya pribadi memberikan saran agar mulai sekarang kita rubah cara ini dengan datang berdialog saja. Sebagai Wali Kota saya siap menerima dan menyelesaikan masalah itu," tegasnya.

ABR menjelaskan, walaupun dirinya saat ini mengemban tugas sebagai Wali Kota Jayapura, namun latar belakangnya juga adalah seorang tokoh adat di Port Numbay sebagai Ondoafi Besar dari Kampung Skouw Yambe.

Pihaknya juga sudah berkomitmen dengan masyarakat adatnya di 3 Kampung Skouw Perbatasan RI-PNG untuk memberikan dukungan kepada Pemerintahan Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua.

"Saya berharap Kota Jayapura ini aman dan damai selamanya dan tentu ini menjadi harapan bagi semua orang yang hidup dan tinggal di kota ini," tutup mantan Ketua DPRK Kota Jayapura ini. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Jejak Kejahatan SJ Terhenti, Polsek Jayapura Selatan Ungkap Kasus Ganda

Jejak Kejahatan SJ Terhenti, Polsek Jayapura Selatan Ungkap Kasus Ganda

Langkah pelarian SJ (26) akhirnya terhenti di tangan Tim Opsnal Reskrim Polsek Jayapura Selatan.

Data Desil di Jayapura Disorot, Dianggap Kaya oleh Sistem Padahal Hidup Masih Susah

Data Desil di Jayapura Disorot, Dianggap Kaya oleh Sistem Padahal Hidup Masih Susah

Persoalan karut-marut data kependudukan dan sistem pemeringkatan kesejahteraan atau desil dalam penyaluran bantuan sosial serta layanan

Urus KTP Tak Perlu Jauh-Jauh, Abisai Rollo Minta Kelurahan Lebih Proaktif

Urus KTP Tak Perlu Jauh-Jauh, Abisai Rollo Minta Kelurahan Lebih Proaktif

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo meminta seluruh pemerintah kelurahan di Kota Jayapura agar proaktif mendukung program pelayanan administras

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer