Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

YBAW, Foker dan 6 Perwakilan Wilayah Adat Bantah Usulkan Perubahan Huwulama jadi Heseloma

D

 


Advertisement

Direktur YBAW Laurens Lanny bersama 6 perwakilan wilayah adat saat mengklarifikasi usulan perubahan nama Huwulama ke Huseloma di kantor Foker LSM jalan Bhayangkara atas Wamena. Jumat (27/2/2026).
Direktur YBAW Laurens Lanny bersama 6 perwakilan wilayah adat saat mengklarifikasi usulan perubahan nama Huwulama ke Huseloma di kantor Foker LSM jalan Bhayangkara atas Wamena. Jumat (27/2/2026).

CEPOSONLINE.COM.WAMENA - Yayasan Bina Adat Welesi (YBAW), Forum Kebersamaan (Foker) LSM Papua bersama 6 perwakilan wilayah adat membantah tegas adanya pengusulan pergantian nama Huwulama ke Heseloma, sebab draf yang diusulkan untuk Perda perlindungan wilayah masyarakat ada tidak nama tersebut. Jumat (27/2/2026).

Direktur YBAW Laurens Lani menegaskan pihaknya sudah menlakukan penggecekan draf 18 pemetaan wilayah adat yang ada di Kabupaten Jayawijaya yang diusulkan kepada pemerintah melalui Bagian Hukum dan tidak usulan tentang perubahan nama Huwulama ke Heseloma dalam dokumen itu.

Advertisement

"Kami tidak tahu dan tak pernah usul perubahan nama Huwulama Ke Heseloma, yang kami petakan itu 18 wilayah adat dimana 12 Masuk di Suku Hubula, 2 Wilayah masuk wilayah Suku Walak, 3 Wilayah Masuk Lanny dan 1 wilayah masuk ke Nduga,"ungkapnya di Wamena.

Pemetaan 18 wilayah adat ini dilakukan diusulkan YBAW kepada pemerintah karena sudah mengkaji, dengan melakukan pendekatan wilayah adat, sebab pendekatan ini sudah ada sebelum gereja dan pemerintah masuk hanya belum ditulis dan penendekatan itu sudah memenuhi syarat Oukul, Wen, Wim Wam, Wene (O4W) yang sudah ada dari dulu.

Ditempat yang sama perwakilan Foker LSM Papua Penias Itlay mengaku pada saat demo kemarin di DPRK terkait perubahan nama Huwulama ke Heseloma, dari foker sama sekali tidak tahu, dan dalam pengkajian yang dilakukan YBAW dua nama ini tidak pernah muncul.

Advertisement

"Yang kami tahu seperti nama Huwulama merupakan nama suku bukan wilayah adat sehingga tak pernah masuk dalam dalam usulan perda perlindungan wilayah adat, sehingga kalau warga mencurigai kita yang mengusul, itu sama sekali tidak benar." tegas Itlay
(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Masyarakat Keerom Diajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Masyarakat Keerom Diajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Bupati Keerom, Piter Gusbager, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang dige

Stella Misiro: Kampung Nelayan Nabire Harus Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Stella Misiro: Kampung Nelayan Nabire Harus Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPR PT) dari Kelompok Khusus, Stella Misiro, berharap pembangunan Kampung Nelayan di

Tanpa Sebab Yang Jelas Seorang Pemuda Ditikam di Depan Kios

Tanpa Sebab Yang Jelas Seorang Pemuda Ditikam di Depan Kios

Polres Jayawijaya masih mendalami motif tindak pidana kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kejadian ini terjadi di Sinakma

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer