Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trump Santai Tanggapi Laporan Intelijen Rusia ke Iran untuk Target AS

Y

Trump Santai Tanggapi Laporan Intelijen Rusia ke Iran untuk Target AS.
Trump Santai Tanggapi Laporan Intelijen Rusia ke Iran untuk Target AS.


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi santai laporan yang menyebut Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran untuk membantu Teheran menargetkan aset militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Meski laporan tersebut ramai dibahas di media internasional, Trump menilai informasi yang diduga diberikan Moskow kepada Iran tidak memiliki dampak besar terhadap situasi konflik yang sedang berlangsung.

Donald Trump sebaliknya menilai, isu tersebut tidak terlalu penting meskipun benar terjadi.

Advertisement

Dilansir dari Associated Press, Minggu (8/3/2026), pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One saat dalam perjalanan menuju Miami untuk menghabiskan akhir pekan.

“Jika Anda melihat apa yang terjadi pada Iran dalam seminggu terakhir, jika mereka mendapatkan informasi, itu tidak banyak membantu mereka,”kata Trump.

Trump menyampaikan komentar itu sehari setelah menghadiri upacara pemakaman enam anggota cadangan Angkatan Darat AS yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Kuwait.

Advertisement

Serangan tersebut terjadi sehari setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran yang memicu eskalasi konflik di kawasan dan mengguncang ekonomi global.

Meski demikian, Trump tidak secara langsung mengonfirmasi laporan sejumlah media yang menyebut pejabat intelijen Amerika Serikat meyakini Rusia telah memberikan informasi penargetan kepada Iran.

Ia hanya menegaskan bahwa jika hal itu benar, dampaknya tidak signifikan.
Trump juga menepis pertanyaan wartawan mengenai apakah dugaan bantuan Rusia kepada Iran tersebut akan memengaruhi hubungan antara Washington dan Moskow.

“Mereka akan mengatakan kita melakukannya untuk melawan mereka. Bukankah mereka akan mengatakan bahwa kita melakukannya untuk melawan mereka?” ujar Trump.

Sebelumnya, konflik di Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran.

Dalam perkembangan terbaru, dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen AS menyebut Rusia diduga memberikan informasi yang berpotensi digunakan Iran untuk menyerang target militer Amerika di kawasan Teluk.

Laporan tersebut juga dimuat oleh The Washington Post yang mengutip dua pejabat AS yang mengetahui persoalan tersebut.

Mereka menyebutkan bahwa informasi intelijen yang diduga diberikan Rusia dapat membantu Iran menargetkan kapal perang, pesawat, serta aset militer Amerika Serikat lainnya di Timur Tengah.

Namun, para pejabat tersebut menegaskan bahwa hingga kini intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran tentang cara menggunakan informasi tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.

Jika dugaan ini terbukti, maka hal itu dapat menjadi indikasi awal keterlibatan tidak langsung Rusia dalam konflik yang pecah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sepekan lalu. (*).

Advertisement

Artikel Terkait

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN Indonesia Terancam Tertekan

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN Indonesia Terancam Tertekan

Meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak global itu dinilai memiliki

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz, AS Langsung Balas dengan Serangan Militer Baru

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz, AS Langsung Balas dengan Serangan Militer Baru

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran mengumumkan penutupan Selat Hormuz mulai Minggu (12/7) hingga waktu yang belum ditentukan.

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak

Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan Rabu (8/7/2026) akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, di tengah meja perundingan perdamaian perang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer