Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Tanggapi Sikap Prancis, Jerman, dan Inggris, Ingat Kami Tidak Pernah Mengusik Kepentingan Mereka

Y

 


Advertisement

Mohammad Boroujerdi.
Mohammad Boroujerdi.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Pemerintah Iran akhirnya buka suara menanggapi pernyataan bersama Prancis, Jerman, dan Inggris yang menyatakan kesiapan mendukung negara-negara Teluk serta bersikap tegas terhadap Teheran di tengah memanasnya konflik kawasan.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa sikap tiga negara Eropa tersebut tidak memiliki arti bagi Iran.

Advertisement

Pernyataan itu disampaikan dalam jumpa pers bersama wartawan di kediamannya di Jakarta, Senin (2/3/2026).

“Langkah tersebut tidak memiliki arti dikarenakan kami bukan pihak yang menyerang kepentingan mereka,"ucap Boroujerdi

Kata Boroujerdi bahwa, Iran berada dalam posisi membela negara dan masyarakatnyalah yang sedang terbunuh saat ini, dan tentu saja Iran tidak pernah menyerang negara manapun.

Advertisement

Adapun pernyataan tersebut muncul setelah tiga negara utama Eropa, Prancis, Jerman, dan Inggris menyampaikan sikap politik yang dinilai mendukung negara-negara Teluk dalam menghadapi Iran.

Sikap itu dipandang Teheran sebagai langkah yang tidak proporsional terhadap situasi yang sedang berlangsung.

Boroujerdi menyampaikan, Iran saat ini berada dalam posisi bertahan dan tengah menghadapi tekanan militer maupun politik yang berat.

Ia menyebut rakyat Iran menjadi korban dalam eskalasi konflik terbaru, sehingga segala langkah yang diambil pemerintah semata-mata bertujuan melindungi kedaulatan negara.

Menurutnya, tudingan bahwa Iran menjadi ancaman bagi kepentingan Eropa tidak berdasar.

Ia juga menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki agenda untuk memperluas konflik ke negara lain.

Boroujerdi sekali lagi menegaskan aksi Iran saat ini murni bentuk bela diri atas serangan Amerika Serikat dan Israel.

"Kami hanya memberikan reaksi terhadap serangan yang terjadi kepada negara kami,"tutupnya. (*).

Advertisement

Artikel Terkait

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN Indonesia Terancam Tertekan

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN Indonesia Terancam Tertekan

Meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak global itu dinilai memiliki

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz, AS Langsung Balas dengan Serangan Militer Baru

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz, AS Langsung Balas dengan Serangan Militer Baru

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran mengumumkan penutupan Selat Hormuz mulai Minggu (12/7) hingga waktu yang belum ditentukan.

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak

Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan Rabu (8/7/2026) akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, di tengah meja perundingan perdamaian perang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer