Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Intan Jaya Diminta Utamakan Pencaker OAP pada Penerimaan CPNS 2024

W
Penulis: Wahyu Welerubun❯
Para pencari kerja dari Kabupaten Intan Jaya yang hendak mendaftarkan diri untuk mengikuti tes CPNS formasi 2024. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
Para pencari kerja dari Kabupaten Intan Jaya yang hendak mendaftarkan diri untuk mengikuti tes CPNS formasi 2024. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya diminta untuk mengutamakan para pencari kerja Orang Asli Papua (OAP) pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2024.


Advertisement

Hal itu disampaikan Tokoh Intelektual Intan Jaya, Joni Kobogau saat ditemui Cenderawasih Pos di Mimika, Kamis (5/9/2024) mengatakan, penerimaan CPNS tahun 2024 ini harus didominasi oleh OAP khususnya yang berada di Kabupaten Intan Jaya.

Pria yang baru saja terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah itu mengungkapkan keluhannya lantaran dalam beberapa tahun terakhir pengangguran di Kabupaten Intan Jaya cukup banyak, dimana rata-rata penyandangnya adalah OAP.

Ia mengaku, saat penerimaan CPNS dari tahun ke tahun lebih banyak didominasi oleh orang-orang non OAP.

Advertisement

Sementara nasib pencaker OAP justru diabaikan.

Menurutnya, implementasi undang-undang Otsus yang memberikan kekhususan bagi OAP seolah tidak terlaksana dengan baik di Kabupaten Intan Jaya.

“Banyak hal yang sering terjadi, yang pertama banyak titipan pejabat yang tidak pernah melamar, tidak pernah tes, tidak pernah mengumpulkan berkas, tidak pernah datang ke kantor BKD untuk mendaftarkan diri tiba-tiba muncul saat prajabatan,” kata Joni.

Advertisement

 “Apa gunanya ada undang-undang otonomi khusus. Undang-undang itu sepertinya dibilang 80 persen (untuk OAP) dan 20 persen (untuk non OAP), tapi untuk Intan Jaya kalau perlu 90 persen atau 100 persen (untuk OAP),” tegasnya.

Joni menyebut, melihat kondisi dari tahun ke tahun dimana pemerintah daerah selalu mengakomodir non OAP menjadi kegelisahan tersendiri baginya.

Oleh karena itu, ia berharap agar Pemkab Intan Jaya dapat memperhatikan persoalan itu sehingga saat penerimaan CPNS, OAP lebih diutamakan. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Teror di Jalanan, Sopir Truk di Mimika Minta Perlindungan Polisi

Teror di Jalanan, Sopir Truk di Mimika Minta Perlindungan Polisi

Ratusan sopir truk mendatangi Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (5/11/2026).

Mudik Natal Lewat Laut, PELNI Siapkan Empat Kapal dari Biak

Mudik Natal Lewat Laut, PELNI Siapkan Empat Kapal dari Biak

PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Biak menyiapkan empat armada kapal penumpang untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan

Pembunuh Penjaga Sekolah di Merauke Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku

Pembunuh Penjaga Sekolah di Merauke Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku

Penyidikan kasus pembunuhan Kayus Yeimoa (46), penjaga sekolah SMP YPPGI Geradus Adi Merauke, terus berkembang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer