Masa Kecil Bahlil Lahadalia Diangkat Jadi Animasi, Melangkah dari Timur Tayang Gratis di YouTube

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Melangkah dari Timur, serial animasi Indonesia yang belakangan viral di media sosial, menarik perhatian publik karena mengangkat perjuangan seorang anak laki-laki dari kawasan Indonesia Timur dalam mengejar cita-cita. Di balik cerita tokoh utama bernama Baha, ternyata terdapat kisah yang terinspirasi dari perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dilansir dari JawaPos.com, potongan adegan dari serial tersebut ramai dibagikan di sejumlah platform media sosial. Ceritanya menampilkan kehidupan seorang anak yang tumbuh di tengah keterbatasan, tetapi memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar masa depan yang lebih baik.
Produser serial Melangkah dari Timur, Eminensi, membenarkan bahwa karakter Baha merupakan representasi dari kisah hidup Bahlil Lahadalia. Serial animasi tersebut dirancang dengan 8 episode, mengisahkan perjalanan hidup sang tokoh sejak masa sekolah dasar (SD) hingga SMA.
“Iya benar, ini series animasi 8 episode yang menceritakan tentang kehidupan masa kecil dari SD, SMP sampai SMA dari Menteri Bahlil Lahadalia,” ujar Eminensi.
Cerita yang disajikan mengambil inspirasi dari sejumlah pengalaman hidup Bahlil, terutama pada masa kecil, kondisi ekonomi keluarga, hingga perjuangannya menempuh pendidikan di tengah keterbatasan.
Salah satu pengalaman yang diangkat dalam serial ini adalah bagaimana tokoh utama harus belajar dengan penerangan sederhana dari lampu berbahan bakar minyak. Gambaran tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita animasi, disesuaikan lebih dramatik agar lebih mudah dinikmati penonton.
Gagasan pembuatan. Melangkah dari Timur disebut bukan berasal dari Bahlil Lahadalia. Eminensi mengaku, ketika proyek tersebut mulai dirancang, Bahlil belum mengetahui rencana hidupnya akan diadaptasi menjadi serial animasi.
“Beliau nggak tahu kalau mau dibuat film animasi ini,” katanya.
Proses produksi serial tersebut berlangsung sekitar tiga bulan, termasuk sejak tahap diskusi dan pengembangan konsep. Pengerjaannya dilakukan bersama Patopo Animation, studio animasi asal Bandung yang terlibat dalam proses visualisasi cerita.
“Sekitar tiga bulanan dari kita diskusi. Jadi animasi ini dibuat sama Patopo Animation dari Bandung, biasanya memang mereka mengerjakan film animasi,” ujarnya.



