
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (24/8/2026).
Pergerakan saham bank pelat merah tersebut terjadi di tengah sorotan publik terhadap rekening milik warga Pati, Jawa Tengah, Supriyono alias Mas Botok.
Pada sesi II perdagangan, saham BMRI turun 0,95 persen atau 40 poin ke level Rp4.180 per saham. Sebelumnya, pada sesi I, saham BMRI juga terkoreksi 0,71 persen ke level Rp4.190 per saham.
Sebagai pembanding, pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026), saham Bank Mandiri masih berada di level Rp4.220 per saham.
Dengan demikian, saham BMRI telah turun Rp40 atau sekitar 0,95 persen dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu.
Pelemahan saham tersebut berlangsung ketika polemik rekening Supriyono masih menjadi perhatian publik.
Rekening tersebut disebut digunakan untuk menyimpan dana pribadi sekaligus menampung donasi masyarakat untuk kebutuhan operasional dan logistik massa aksi.
Saldo rekening itu disebut mencapai sekitar Rp80,9 juta. Supriyono sebelumnya menunjukkan bahwa rekening miliknya tidak dapat digunakan melalui aplikasi Livin' by Mandiri karena adanya penundaan transaksi.
Bank Mandiri kemudian memberikan penjelasan mengenai tindakan terhadap rekening tersebut.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah.



