Harga Turun, Pasar Jayapura Makin Sepi: Pedagang Ungkap Uang Makin Sulit Berputar

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Harga sejumlah komoditas pertanian di sejumlah pasar di Kota Jayapura mulai relatif stabil. Namun, kondisi tersebut belum mampu membuat pedagang bernapas lega.
Persoalan yang kini dihadapi pedagang bukan lagi semata-mata harga komoditas, melainkan daya beli masyarakat yang melemah dan perputaran uang di pasar yang semakin lesu.
Sejumlah pedagang bahkan mulai mengurangi frekuensi belanja stok. Mereka khawatir barang yang dibeli tidak segera terjual dan akhirnya rusak. Kondisi itu membuat modal tertahan, sementara keuntungan semakin sulit diperoleh.
Muslika, salah satu pedagang komoditas pertanian di Pasar Sentral Hamadi, mengatakan 2026 menjadi salah satu tahun terberat yang dirasakannya selama berdagang.
“Sudah masuk triwulan tiga, perputaran ekonomi di pasar terasa sangat lesu”
“Kami yang biasanya setiap hari membeli stok baru karena barang habis terjual, sekarang malah tiga hari sekali baru belanja lagi,” kata Muslika, Kamis (14/8).
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ketika dagangan tidak habis terjual, masih ada pelanggan dari warung makan maupun pedagang makanan kaki lima yang menjadi pembeli tetap.
Namun, kini permintaan dari pelanggan tersebut ikut mengalami penurunan.
Muslika menyebut beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, tomat, cabai rawit dan cabai keriting tidak lagi dibeli dalam jumlah besar seperti sebelumnya.
“Kadang kami stok hari ini, tiga hari kemudian baru belanja lagi. Itu pun kalau barang habis terjual. Kalau rusak, kami yang rugi karena modal yang dikeluarkan lebih besar daripada pendapatan,” ujarnya.



