Ones Pahabol Selesaikan Polemik Asrama Mahasiswa Yahukimo di Manokwari

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 09:37 WIB
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Polemik tempat tinggal ratusan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo di Kota Studi Manokwari, Papua Barat, akhirnya mendapat titik terang. Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol turun tangan dengan memberikan bantuan Rp 200 juta untuk menyelesaikan tunggakan biaya kontrakan asrama mahasiswa tersebut.

Dilansir Radar Jogya, Selain bantuan dana, Ones juga menyalurkan bahan makanan kepada para mahasiswa yang sebelumnya terpaksa mengungsi dan tidur di halaman Gereja GIDI Misia Manokwari. Ratusan mahasiswa Yahukimo tersebut meninggalkan tempat tinggal mereka sejak Sabtu (3/10/2026) setelah pemilik kontrakan meminta mereka keluar karena tunggakan pembayaran sewa yang belum diselesaikan pemerintah daerah.

Ones memastikan persoalan tersebut segera ditangani. Ia bahkan menyatakan siap menanggung biaya kontrakan asrama mahasiswa Yahukimo selama dua tahun. Menurut Ones, biaya sewa rumah yang digunakan sebagai asrama mahasiswa mencapai sekitar Rp 100 juta per tahun. Dengan adanya tunggakan selama dua tahun, total dana yang diperlukan mencapai sekitar Rp 200 juta.

“Harga kontrakan sebagai asrama mahasiswa asal Yahukimo ini Rp 100 juta satu tahun. Berarti untuk dua tahun, saya selesaikan total Rp 200 juta,” kata Ones kepada Jawa Pos Radar Jogja, Selasa (6/10/2026). Sebelum menyelesaikan tunggakan tersebut, Ones mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pemilik rumah. Langkah itu dilakukan agar persoalan tempat tinggal mahasiswa tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Sekarang sudah aman. Kami sudah koordinasi dengan pemilik rumah yang selama ini rumahnya disewa sebagai asrama anak-anak kami dari Yahukimo,” ujarnya. Hasilnya, mahasiswa Yahukimo mulai kembali ke tempat tinggal mereka pada Selasa (6/10/2026). Dengan demikian, mereka tidak lagi harus mengungsi di lingkungan gereja dan dapat kembali menjalani aktivitas perkuliahan.

“Mulai hari ini, anak-anak kami itu sudah mulai kembali ke asrama. Mereka sudah kembali tenang di asrama,” tegas Ones. Ones menegaskan, bantuan tersebut diberikan menggunakan dana pribadinya, bukan anggaran pemerintah daerah. Sebelum memberikan bantuan Rp 200 juta untuk menyelesaikan tunggakan kontrakan, mantan Bupati Yahukimo dua periode itu juga telah mengirimkan bantuan bahan makanan bagi mahasiswa selama mereka berada di tempat pengungsian.

“Bantuan ini dari pribadi saya. Bukan pemerintah. Karena anggaran tahun ini sudah tutup anggaran,” jelasnya. Ones berharap persoalan tempat tinggal tidak lagi mengganggu aktivitas akademik mahasiswa Yahukimo. Menurut dia, mahasiswa merupakan aset penting bagi masa depan Papua Pegunungan.

Ia menilai pendidikan mahasiswa hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Sebab, generasi tersebut nantinya akan menjadi penerus kepemimpinan di Papua Pegunungan. “Ini penting, karena masa depan setelah kami adalah mereka. Mereka-mereka inilah yang kelak akan menjadi penerus dan menggantikan kami sebagai pemimpin. Saya pikir itu. Jadi keberadaan mereka ini penting. Anggap ini adalah investasi untuk masa depan daerah kita, untuk masa depan pemerintah kita,” katanya.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol turun tangan dengan memberikan bantuan Rp 200 juta untuk menyelesaikan tunggakan biaya kontrakan asrama mahasiswa. Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol turun tangan dengan memberikan bantuan Rp 200 juta untuk menyelesaikan tunggakan biaya kontrakan asrama mahasiswa.  Meski persoalan kontrakan mahasiswa Yahukimo di Manokwari untuk sementara telah terselesaikan, Ones menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan solusi yang lebih permanen.

Salah satunya melalui pembangunan asrama mahasiswa di berbagai kota studi. Menurut dia, fasilitas tersebut tidak hanya dibutuhkan di Manokwari, tetapi juga di Jayapura dan sejumlah kota lainnya yang menjadi tujuan mahasiswa Papua Pegunungan menempuh pendidikan.  “Menurut saya, kelak asrama mahasiswa Papua Pegunungan bisa hadir di setiap provinsi yang ada di Papua Raya. Sehingga tidak terjadi lagi hal-hal seperti yang terjadi di Manokwari saat ini,” ujarnya.

Ones menegaskan pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. “Pembangunan fisik memang perlu, tapi pembangunan SDM, pembangunan manusianya, jauh lebih penting. Jasmani dan rohaninya juga harus dibangun. Karena itu adalah fondasi,” tegasnya. (jko)

Editor : Abdel Gamel Naser
asrama mahasiswa Ones Pahabol Cepsonline.com MANOKWARI