Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Dorong Ekonomi Desa, Pemkab Tolikara Tinjau Program Penanaman Kakao di Distrik Wari dan Douw

Agung Trihandono • Minggu, 28 Juni 2026 | 00:18 WIB
Peninjauan titik koordinat lahan penanaman kakao seluas 300 hektare berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu (27/6/2026) ini. (CEPOSONLINE.COM/DISMKOMDIGI TOLIKARA)
Peninjauan titik koordinat lahan penanaman kakao seluas 300 hektare berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu (27/6/2026) ini. (CEPOSONLINE.COM/DISMKOMDIGI TOLIKARA)

CEPOSONLINE.COM,TOLIKARA – Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pertanian dan Perikanan melakukan peninjauan titik koordinat lahan penanaman kakao seluas 300 hektare sekaligus mendata kelompok tani di Distrik Wari dan Douw.

 Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu (27/6/2026) ini, disambut penuh antusias oleh masyarakat setempat.

​Program penanaman kakao dan kopi ini merupakan implementasi visi-misi strategis Bupati Tolikara. Program lintas sektor tersebut dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat, mendukung ketahanan iklim melalui sistem agroforestri, serta mendorong hilirisasi guna meningkatkan kualitas produksi perkebunan rakyat.

​Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Tolikara, Wugi Kogoya, SP., Kepala Bidang Perikanan Tolikara, Pandinus Karoba, tim penyuluh pertanian, Kepala Distrik Wari, para kepala kampung, Kepala Suku, serta kelompok tani setempat selaku garda terdepan pertanian.

​Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Tolikara, Wugi Kogoya, SP., menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan kelanjutan dari program perluasan tanaman kopi dan kakao seluas 300 hektare di wilayah tersebut.

Kami turun langsung untuk meneruskan visi-misi Bupati Tolikara. Untuk komoditas kopi, peninjauan telah dilakukan di Wilayah Pembangunan I sampai IV. Sementara untuk Wilayah Pembangunan V, difokuskan pada pengembangan kakao," ujar Wugi.

​Dalam peninjauan ini, pihak dinas telah melakukan pendataan kelompok tani, pengukuran luas lahan, serta pemasangan titik koordinat. Wugi menambahkan bahwa masyarakat sangat mendukung penuh program ini karena dampaknya akan langsung terasa pada pendapatan tetap mereka di masa depan.

"Langkah ini baru tahap awal. Tahap selanjutnya, kami akan membagikan bibit serta kebutuhan mendasar lainnya untuk mendukung petani. Ketika sektor kopi dan kakao di Tolikara tumbuh kuat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga berkontribusi besar terhadap penguatan perekonomian daerah secara umum," tambahnya.

​Apresiasi dan dukungan penuh juga datang dari tokoh adat setempat. Kepala Suku Umum Distrik Wari, Amos Foisa, menyatakan kesiapan masyarakat untuk bekerja sama menyukseskan program pemerintah daerah ini.


"Kami sangat mendukung program dari Bupati dan Wakil Bupati Tolikara ini karena membawa manfaat yang sangat bagus untuk membangun perekonomian rakyat kecil, khususnya di Distrik Wari dan Douw (Wilayah Pembangunan V). Kami juga berterima kasih kepada Dinas Pertanian dan Perikanan yang telah turun langsung ke wilayah kami," kata Amos.

​Amos juga menyebutkan bahwa selain kakao, wilayahnya memiliki banyak potensi kekayaan alam lain yang siap dikelola jika mendapat dukungan pemerintah, seperti budidaya ikan, sagu, hingga padi.


​Program peninjauan ini menjadi langkah nyata Pemkab Tolikara untuk mendorong petani meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao secara berkelanjutan.

​Melalui program ini, diharapkan terjadi transformasi di sektor pertanian Tolikara yang semula hanya fokus pada tanaman pangan musiman, bergeser ke komoditas ekspor berumur panjang. 

Kopi dan kakao dipilih secara strategis karena memiliki nilai jual yang tinggi di pasar global serta sangat cocok dengan karakteristik iklim tropis basah dan tanah subur di dataran Tolikara.(*)

Editor : Agung Trihandono
#tolikara #dinas pertanian