Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Tolikara Bergerak Untuk Iman, Pemkab Tolikara All Out Sukseskan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Agung Trihandono • Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:24 WIB
Suasana persiapan Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) Gereja Injili Di Indonesia yang akan berlangsung di Klasis Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Jumat (15/4/2026).
(Ceposonline.com/Dismkomdigi Tolikara)
Suasana persiapan Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) Gereja Injili Di Indonesia yang akan berlangsung di Klasis Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Jumat (15/4/2026). (Ceposonline.com/Dismkomdigi Tolikara)

CEPOSONLINE.COM, TOLIKARA-Bupati Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda menunjukkan komitmen besar Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam menyukseskan pelaksanaan Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) Gereja Injili Di Indonesia yang akan berlangsung di Klasis Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Kegiatan besar gerejawi ini bukan sekadar agenda organisasi gereja, melainkan momentum rohani yang menyatukan pemerintah, gereja, tokoh adat, dan seluruh masyarakat dalam semangat pelayanan, persaudaraan, serta pembangunan daerah dari wilayah pegunungan Papua.

Dari Kanggime jumat, 15/5/2026 dilaporkan, suasana persiapan mulai terlihat semakin sibuk dan penuh semangat. Pemerintah daerah melalui berbagai organisasi perangkat daerah turun langsung ke lapangan memastikan seluruh kebutuhan dasar kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik sebelum ribuan peserta dan tamu tiba di lokasi kegiatan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan, penyediaan air bersih, hingga rencana pembangunan tugu Injil masuk sebagai simbol sejarah pekabaran Injil di wilayah tersebut.

 Infrastruktur ini dinilai sangat penting karena akan menjadi wajah pelayanan dan penyambutan bagi seluruh peserta BPL GIDI dari berbagai daerah di Tanah Papua.

Sementara itu, Dinas Perhubungan juga turun langsung meninjau lokasi lapangan terbang atau lapter yang direncanakan menjadi jalur mobilitas peserta dan tamu pelayanan.

 Pemerintah berharap akses transportasi menuju Kanggime dapat berjalan aman dan lancar demi mendukung suksesnya seluruh rangkaian kegiatan.

Tidak hanya pembangunan fisik, perhatian pemerintah juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan panitia. Dinas Ketahanan Pangan melalui seksi konsumsi telah menyalurkan bantuan bahan makanan berupa setengah ton beras, gula, dan kopi guna mendukung kebutuhan konsumsi selama persiapan berlangsung.

Dalam rapat koordinasi bersama panitia dan masyarakat, disepakati bahwa seluruh elemen daerah harus terlibat aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 Sepuluh kepala distrik, tujuh Badan Pekerja Klasis, kepala kampung, kepala suku, LMA, dan DEMMA diberikan tanggung jawab bersama mengawal keamanan wilayah masing-masing, terutama karena pekerjaan fisik dan aktivitas persiapan kini mulai berjalan secara intensif.

Panitia juga menegaskan bahwa tujuh BP Klasis di wilayah Kanggime merupakan tuan rumah utama pelaksanaan BPL GIDI. Karena itu, seluruh masyarakat diminta segera bergerak membangun honai, menyiapkan toilet, tempat penginapan, serta berbagai fasilitas pelayanan lainnya demi menyambut tamu-tamu gereja yang akan datang dari berbagai wilayah pelayanan.

Adapun pembagian lokasi pelayanan tamu telah ditetapkan panitia sebagai bentuk kerja sama dan semangat persaudaraan antarwilayah pelayanan GIDI. Klasis Aburyumaga melayani BP GIDI Pantura, Klasis Wondame 1 melayani BP GIDI Pegunungan Bintang, Klasis Wondame 2 melayani calon BP GIDI Kembu, Klasis Woniki melayani BP GIDI Yasumba, Klasis Toma melayani BP GIDI Yahukimo, Klasis Awon melayani BP GIDI Bogo, Klasis Kanggime 1 melayani BP GIDI Wilayah Toli, Klasis Kanggime 2 melayani BP GIDI Pansel, dan Klasis Gilobandu melayani BP GIDI Yamo. Sementara panitia pusat menyiapkan pelayanan khusus bagi BPP dan tamu luar negeri.

Dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tolikara terhadap kegiatan BPL GIDI ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat adat menjadi kekuatan besar dalam membangun kedamaian, persatuan, dan kehidupan rohani masyarakat Papua Pegunungan.

Pelaksanaan BPL GIDI di Kanggime diharapkan menjadi momentum bersejarah yang tidak hanya memperkuat pelayanan gereja, tetapi juga menghadirkan dampak pembangunan, mempererat persaudaraan antarmasyarakat, serta membawa pesan damai dan harapan bagi generasi Papua ke depan. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Willem wandik #tolikara #karubaga