CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pernah sedang asyik berbincang dengan seseorang, tetapi lawan bicara justru berkali-kali melirik layar ponselnya? Bahkan, ketika Anda sedang menyampaikan sesuatu, perhatiannya justru tertuju pada notifikasi yang muncul di layar.
Kebiasaan seperti ini mungkin terlihat sepele. Namun, jika terus dilakukan, perilaku tersebut tidak hanya bisa mengganggu kualitas komunikasi, tetapi juga berkaitan dengan sejumlah kecenderungan psikologis seseorang.
Di era digital, ponsel memang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai kebutuhan, mulai dari berkomunikasi, mencari informasi, bekerja, hingga mengakses media sosial, dapat dilakukan hanya melalui satu perangkat.
Sayangnya, kemudahan tersebut terkadang membuat seseorang sulit melepaskan perhatian dari ponselnya, bahkan ketika sedang berhadapan langsung dengan orang lain.
Dilansir dari Jawa Pos, dalam perspektif psikologi, kebiasaan terus-menerus memeriksa ponsel saat berbincang dapat berkaitan dengan beberapa faktor. Di antaranya rasa takut tertinggal informasi, kebutuhan mendapatkan pengakuan, hingga kecenderungan menghindari situasi yang membuat tidak nyaman.
Berikut lima kecenderungan psikologis yang mungkin berkaitan dengan kebiasaan seseorang mengecek ponsel ketika sedang berbicara dengan orang lain.
1. Takut Ketinggalan Informasi atau FOMO
Salah satu kecenderungan yang bisa melatarbelakangi kebiasaan tersebut adalah Fear of Missing Out (FOMO), yakni perasaan takut tertinggal informasi, pengalaman, atau peristiwa yang sedang berlangsung.
Orang dengan kecenderungan ini biasanya merasa harus selalu mengetahui perkembangan terbaru. Mereka ingin terus memantau media sosial, pesan pribadi, hingga informasi yang sedang ramai diperbincangkan.
Akibatnya, muncul dorongan untuk berkali-kali memeriksa ponsel karena khawatir melewatkan sesuatu yang dianggap penting.
Bahkan, ketika sedang terlibat dalam percakapan langsung, perhatian mereka bisa teralihkan hanya karena muncul notifikasi di layar ponsel.
2. Membutuhkan Pengakuan dari Orang Lain
Kebiasaan memeriksa ponsel berulang kali juga bisa berkaitan dengan kebutuhan mendapatkan validasi atau pengakuan dari orang lain.
Bagi sebagian orang, menerima pesan, komentar, tanda suka, maupun respons di media sosial dapat memberikan kepuasan emosional.
Respons tersebut membuat mereka merasa diperhatikan, diterima, dan dihargai oleh lingkungan sosialnya.
Karena itu, mereka terkadang terdorong untuk terus membuka ponsel guna mengetahui apakah ada respons baru dari orang lain, meskipun sedang berada dalam percakapan tatap muka.
3. Cenderung Menghindari Situasi Tidak Nyaman
Ponsel terkadang menjadi tempat pelarian ketika seseorang berada dalam situasi sosial yang terasa canggung, membosankan, atau tidak nyaman.
Ketika percakapan mulai terasa sulit, seseorang mungkin secara spontan mengambil ponsel untuk mengalihkan perhatian.
Dengan membuka pesan atau menggulir media sosial, mereka memiliki aktivitas lain sehingga tidak perlu terlalu terlibat dalam situasi yang membuatnya kurang nyaman.
Namun, jika terus dilakukan, kebiasaan ini dapat menghambat kemampuan seseorang dalam membangun komunikasi yang terbuka dan menjalin hubungan sosial yang lebih dekat.
4. Menjadikan Ponsel sebagai Pengalih Kecemasan
Tidak semua orang yang sering mengecek ponsel bermaksud mengabaikan lawan bicaranya. Pada sebagian orang, kebiasaan tersebut justru berkaitan dengan upaya meredakan kecemasan ketika berada dalam situasi sosial.
Saat merasa gugup, bingung harus mengatakan apa, atau tidak nyaman dalam suatu percakapan, mereka cenderung mencari ponsel sebagai pengalih perhatian.
Aktivitas sederhana seperti membuka pesan, melihat media sosial, atau menggulir layar dapat memberikan rasa nyaman untuk sementara waktu.
Meski demikian, apabila terus menjadi kebiasaan, seseorang berpotensi semakin bergantung pada ponsel setiap kali menghadapi situasi sosial yang membuatnya gugup.
5. Menyukai Hal Baru dan Beragam Informasi
Kecenderungan lainnya adalah menyukai hal-hal baru dan beragam informasi. Ponsel menawarkan banyak rangsangan dalam waktu singkat. Mulai dari pesan masuk, berita terbaru, video hiburan, hingga berbagai pembaruan di media sosial.
Beragam informasi tersebut membuat seseorang tertarik untuk terus membuka dan memeriksa layar ponselnya.
Akibatnya, perhatian bisa lebih mudah berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Kondisi ini berpotensi membuat seseorang kesulitan mempertahankan fokus pada satu aktivitas, termasuk ketika sedang berbicara secara langsung. (*)
Editor : AdminDua