CEPOSNLINE.COM, JAYAPURA-Kesan pertama saat menggenggam Samsung Galaxy S26 FE adalah bodinya yang terasa ramping. Dengan ketebalan hanya 7,4 mm, smartphone ini tidak langsung memberikan kesan sebagai perangkat Fan Edition yang berada di bawah lini flagship Samsung.
Material kaca pada bagian belakang dan bingkai aluminium turut memperkuat kesan premium ketika perangkat berada di tangan.
Dilansir dari JawaPos, Galaxy S26 FE baru saja resmi meluncur di Indonesia. Dalam sesi hands on singkat, sejumlah hal sudah bisa dirasakan sejak perangkat dinyalakan, mulai dari layar 120Hz yang responsif, desain yang lebih segar, hingga performa Exynos 2500.
Meski begitu, pengalaman tersebut belum menjadi pengujian mendalam. Performa dalam penggunaan berat, daya tahan baterai, kemampuan kamera, hingga temperatur perangkat masih membutuhkan pengujian lebih panjang.
Bodi Tipis, Layar Tetap Lega
Galaxy S26 FE membawa layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ 1080 x 2340 piksel.
Ukuran layar yang besar membuat perangkat cukup nyaman digunakan untuk menonton video maupun bermain game. Namun, konsekuensinya tetap terasa ketika smartphone digunakan dengan satu tangan.
Sementara itu, refresh rate 120Hz langsung terasa ketika digunakan untuk scrolling, berpindah menu, maupun membuka aplikasi. Pergerakan antarmuka terasa lebih mulus dan responsif.
Samsung juga mengeklaim layar Galaxy S26 FE memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 1.900 nits.
Untuk bagian belakang, Samsung menggunakan Corning Gorilla Glass Victus+ yang dipadukan dengan frame aluminium.
Galaxy S26 FE tersedia dalam pilihan warna Pistachio, Blueberry, dan Graphite. Pistachio tampil dengan karakter hijau pastel, Blueberry cenderung lebih kalem, sedangkan Graphite menjadi pilihan yang lebih konservatif.
Exynos 2500 Belum Diuji Benchmark
Salah satu perubahan penting pada Galaxy S26 FE adalah penggunaan chipset Exynos 2500 yang dibuat dengan proses fabrikasi 3nm.
Dalam penggunaan singkat, respons antarmuka terasa cepat dan perpindahan antar-aplikasi berjalan ringan. Namun, belum dilakukan pengujian benchmark maupun penggunaan berat dalam waktu panjang.
Karena itu, belum tepat untuk menarik kesimpulan mengenai kemampuan performa keseluruhan perangkat hanya dari sesi hands on.
Samsung menyebut performa CPU multi-core Galaxy S26 FE meningkat hingga 15 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Kemampuan NPU untuk pemrosesan kecerdasan buatan (AI) juga diklaim meningkat hingga 39 persen.
Galaxy S26 FE hadir dengan RAM 8 GB LPDDR5X dan pilihan penyimpanan 128 GB, 256 GB, serta 512 GB.
Perlu diperhatikan, smartphone ini tidak menyediakan slot microSD. Artinya, kapasitas penyimpanan yang dipilih pengguna sejak awal tidak dapat diperluas menggunakan kartu microSD.
Kamera Telefoto Jadi Salah Satu Daya Tarik
Sektor kamera menjadi bagian lain yang menarik untuk dieksplorasi lebih jauh.
Galaxy S26 FE membawa kamera utama 50 MP dengan optical image stabilization (OIS), kamera ultrawide 12 MP, serta kamera telefoto 8 MP dengan 3x optical zoom dan hingga 30x digital zoom.
Kehadiran kamera telefoto memberikan fleksibilitas lebih ketika pengguna ingin mengambil objek dari jarak tertentu tanpa hanya mengandalkan kamera utama.
Samsung juga membekali perangkat dengan fitur My FanCam yang dapat membantu pelacakan subjek secara otomatis.
Ada pula fitur Horizontal Lock yang dirancang untuk menjaga orientasi video ketika pengguna bergerak saat merekam.
One UI 9 dan Galaxy AI
Galaxy S26 FE menjalankan One UI 9 berbasis Android terbaru.
Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan perangkat Samsung, antarmuka tersebut terasa familiar. Sejumlah fitur Galaxy AI juga semakin ditempatkan sebagai bagian dari penggunaan sehari-hari.
Peningkatan kemampuan NPU pada Exynos 2500 menjadi salah satu bagian yang berkaitan dengan pemrosesan AI pada perangkat.
Untuk sumber daya, Galaxy S26 FE membawa baterai berkapasitas 4.900 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W.
Kapasitas baterai tersebut tergolong besar untuk perangkat dengan ketebalan 7,4 mm. Namun, daya tahan sebenarnya tetap perlu dibuktikan melalui penggunaan sehari-hari dan pengujian lebih panjang.
Bukan Sekadar Galaxy S yang Dipangkas
Dari pengalaman singkat tersebut, Galaxy S26 FE memberikan kesan sebagai perangkat yang cukup matang sejak pertama kali digunakan.
Bodi tipis, layar Dynamic AMOLED 2X 120Hz, chipset Exynos 2500, kamera telefoto, fitur Galaxy AI, serta dukungan pembaruan software hingga tujuh tahun menjadi kombinasi yang ditawarkan Samsung pada generasi Fan Edition kali ini.
Namun, hands on singkat belum cukup untuk menjawab seluruh aspek pengalaman penggunaan.
Daya tahan baterai, performa gaming dalam waktu panjang, temperatur perangkat, kemampuan kamera malam hari, kualitas zoom, hingga efektivitas fitur Galaxy AI masih membutuhkan pengujian lebih mendalam.
Untuk sementara, satu hal yang paling terasa sejak awal adalah desainnya. Galaxy S26 FE tidak terasa seperti perangkat yang sekadar mengambil lini flagship lalu memangkas sejumlah fitur. Bodi 7,4 mm dan material yang digunakan justru membuatnya terasa lebih dekat dengan karakter smartphone premium. (*)
Editor : Elfira Halifa