CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanannya bersama tim nasional Argentina.
Dilansir dari radarsurbaya.jawapos.com, keputusan megabintang berusia 39 tahun itu untuk pensiun dari sepak bola internasional memicu gelombang penghormatan dan ucapan terima kasih dari masyarakat Argentina serta rekan-rekannya.
Keputusan Lionel Messi pensiun dari timnas Argentina sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan.
Namun, kabar tersebut tetap menghadirkan kesedihan mendalam bagi publik Argentina yang selama bertahun-tahun menyaksikan perjalanan sang kapten.
Messi mengumumkan keputusannya melalui unggahan di Instagram pada Senin. Ia menyampaikan pesan perpisahan dalam bentuk tulisan tangan yang kemudian langsung menjadi perhatian dunia.
Keputusan tersebut datang setelah perjalanan panjang Messi bersama Argentina. Puncaknya terjadi ketika ia membawa La Albiceleste menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Messi Tinggalkan Timnas Argentina dengan Air Mata
Perpisahan Messi juga mengingatkan publik pada tangisan Lionel Scaloni setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey, 19 Juli lalu.
Scaloni menangis hingga kesulitan berbicara dalam konferensi pers. Tangisan tersebut bukan sekadar gambaran kesedihan akibat kekalahan dalam sebuah pertandingan, tetapi juga menjadi simbol berakhirnya perjalanan panjang sebuah generasi pemain Argentina.
Selama hampir satu dekade, Messi dan rekan-rekannya membangun salah satu periode paling sukses dalam sejarah sepak bola Argentina.
Ucapan perpisahan pun berdatangan dari para pemain yang pernah bermain bersama Messi.
Cristian Romero menyebut keputusan tersebut sebagai hari yang tidak pernah diinginkan siapa pun.
Giovani Lo Celso juga mengungkapkan rasa terima kasih setelah sembilan tahun bermain, mendengarkan, dan belajar dari Messi.
Nico Paz bahkan mengenang bagaimana dirinya sudah menyaksikan Messi bermain sejak berusia empat tahun.
Rakyat Argentina Beri Penghormatan untuk Messi
Bukan hanya para pemain yang merasa kehilangan. Masyarakat Argentina juga memberikan penghormatan kepada Messi dengan cara yang emosional.
Di sebuah sudut jalan Buenos Aires, sebuah telepon merah diletakkan di atas meja dengan tulisan, “Apa yang ingin Anda katakan kepada Messi?”
Warga yang melintas kemudian menggunakan telepon tersebut untuk menyampaikan pesan kepada sang legenda.
Seorang pria berusia 86 tahun mengatakan Messi telah memberikan kebahagiaan terbesar dalam hidupnya dan akan selalu berada di dalam hatinya hingga meninggal dunia.
Seorang anak laki-laki bahkan mengaku menangis ketika mendengar kabar pensiunnya Messi, meskipun saat itu sedang berada di sekolah.
Berbagai kalangan, mulai influencer, jurnalis, seniman, pengamat budaya hingga psikolog, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Messi.
Mereka tidak hanya mengenang prestasinya sebagai pesepak bola, tetapi juga kepribadiannya di luar lapangan.
Lionel Messi dan Akhir Generasi Emas Argentina
Penulis Andrés Burgo menggambarkan keputusan Messi sebagai tanda berakhirnya sebuah era panjang dalam sepak bola Argentina.
Dalam 10 dari 12 Piala Dunia terakhir, Argentina diperkuat salah satu dari dua pemain terbesar dalam sejarah negara tersebut, yakni Diego Maradona atau Lionel Messi.
Situasi itu membuat beberapa generasi masyarakat Argentina dapat menyaksikan setidaknya satu dari dua legenda tersebut tampil di panggung Piala Dunia.
“Penerusnya akan datang—semoga demikian—tetapi saat ini adalah masa tanpa sosok tersebut. Dan rasa syukur,” tulis Burgo.
Messi memang meninggalkan timnas Argentina, tetapi bukan berarti ia berhenti bermain sepak bola.
Messi Belum Pensiun dari Sepak Bola
Penting untuk digarisbawahi, Lionel Messi tidak pensiun dari sepak bola profesional.
Pemain berusia 39 tahun itu masih memperkuat Inter Miami di level klub. Bahkan, Messi baru saja mencetak empat gol untuk klubnya pada akhir pekan.
Artinya, penggemar sepak bola masih dapat menyaksikan aksi Messi bersama Inter Miami.
Keputusan Messi hanya mengakhiri kiprahnya di tim nasional Argentina. Ia memilih meninggalkan panggung internasional setelah memberikan hampir seluruh yang dimilikinya untuk negaranya.
Dalam surat perpisahannya, Messi mengakui bahwa keputusan tersebut menyakitkan. Namun, ia memahami bahwa waktunya untuk mengakhiri perjalanan bersama Argentina telah tiba.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan seluruh kemampuan untuk tim nasional.
Menariknya, Messi tidak menggunakan perspektif “saya” ketika berbicara tentang keberhasilan Argentina. Ia lebih sering menggunakan kata “kami”, menunjukkan bahwa seluruh pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama.
Warisan Messi Tidak Akan Hilang
Messi meninggalkan timnas Argentina dengan warisan yang sulit ditandingi.
Ia membawa negaranya meraih Piala Dunia 2022 dan menjadi simbol dari generasi emas sepak bola Argentina.
Kini, ketika Messi memutuskan mengakhiri karier internasional, masyarakat Argentina tidak hanya merasakan kehilangan.
Mereka juga merasakan kebanggaan karena pernah hidup di era salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Gambaran tiga anak laki-laki berjalan di jalan Buenos Aires dengan mengenakan jersey Messi bernomor 10 seolah menjadi simbol bahwa kisah tersebut belum benar-benar berakhir.
Messi mungkin telah meninggalkan timnas Argentina. Namun, nomor 10 dan warisannya akan tetap hidup dalam ingatan generasi yang tumbuh dengan menyaksikan keajaiban sang megabintang. (*)
Editor : Weny Firmansyah