Warga Kamenawari Minta Jalan yang Layak

Vicky Ambani • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 08:08 WIB
Foto warga kamenawari Distrik Pantai Barat Kabupaten Sarmi saat mengangkut meja kursi sekolah dengan menempuh jalan kaki,Selasa(8/9/2026)
(CEPOSONLINE.COM/FOTO ISTIMEWA)
Foto warga kamenawari Distrik Pantai Barat Kabupaten Sarmi saat mengangkut meja kursi sekolah dengan menempuh jalan kaki,Selasa(8/9/2026) (CEPOSONLINE.COM/FOTO ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, SARMI— Keterbatasan akses jalan masih menjadi persoalan serius yang dirasakan masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Sarmi. 

Kondisi ini turut berdampak pada aktivitas pendidikan, di mana orang tua siswa harus mengangkut meja dan bangku sekolah melewati jalan setapak menuju Kampung Kamenawari.

Keluhan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Facebook Demianus Falleri. Dalam unggahannya, ia meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Sarmi, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, agar melihat secara langsung kondisi masyarakat yang hingga kini masih menghadapi kesulitan akses jalan.

Dalam unggahan tersebut disebutkan, orang tua harus mengangkut meja dan bangku sekolah melalui jalan setapak dengan perjalanan yang tidak mudah. Mereka harus melewati medan pegunungan, naik turun gunung dan lembah, bahkan perjalanan menuju kampung dapat ditempuh hingga satu hari.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan masih besarnya tantangan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.

“Mohon kami sebagai rakyat diperhatikan. Kami juga membutuhkan jalan yang layak seperti wilayah lainnya,” demikian inti keluhan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

Warga mempertanyakan sejauh mana pembangunan dan kesejahteraan telah dirasakan masyarakat di wilayah pedalaman. Mereka berharap komitmen perubahan Kabupaten Sarmi dapat diwujudkan melalui pembangunan yang nyata, khususnya infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

Menurutnya, persoalan jalan tidak hanya terjadi di Kampung Kamenawari. Kampung-kampung lain di wilayah pedesaan Kabupaten Sarmi juga dinilai masih menghadapi kondisi serupa.

Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur yang efektif dan efisien, dengan memprioritaskan wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses.

Masyarakat menegaskan bahwa pembangunan Sarmi tidak seharusnya hanya terlihat di wilayah perkotaan. Kemajuan daerah diharapkan dapat dirasakan hingga pelosok kampung sehingga masyarakat pedesaan tidak terus tertinggal.

“Salam lima suku untuk Sarmi maju dan berkembang. Bukan hanya berkembang di kota atau sebatas omongan, tetapi kami yang di pedesaan juga membutuhkan kemajuan. Kami membutuhkan bukti nyata,” tulis Demianus Falleri dalam unggahannya.

Keluhan tersebut menjadi perhatian sekaligus harapan masyarakat agar pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman dan menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
SARMI JALAN