CEPOSONLINE.COM, BIAK NUMFOR – Kota Jayapura kembali menunjukkan dominasinya dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026.
Setelah seluruh hasil perlombaan diumumkan, kontingen Kota Jayapura resmi keluar sebagai juara umum, sekaligus mempertahankan status sebagai juara bertahan.
Berdasarkan hasil akhir yang dibacakan panitia, Kota Jayapura mengumpulkan 5 Champion, 10 Gold, dan 2 Silver. Perolehan tersebut menempatkan Kota Jayapura di posisi teratas di antara kontingen kabupaten/kota yang mengikuti Pesparani II Provinsi Papua.
Di bawah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura mencatat 2 Champion, 6 Gold dan 2 Silver. Kabupaten Keerom memperoleh 2 Champion, 5 Gold, 6 Silver dan 1 Bronze, sedangkan tuan rumah Kabupaten Biak Numfor meraih 2 Champion, 4 Gold dan 6 Silver.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Yapen mengoleksi 2 Gold, 3 Silver dan 1 Bronze tanpa Champion. Kabupaten Waropen memperoleh 1 Champion, 1 Gold dan 4 Silver.
Keberhasilan Kota Jayapura mempertahankan gelar juara umum sekaligus membuktikan optimisme Ketua LP3K Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, yang sejak awal menargetkan piala juara umum tetap berada di Kota Jayapura.
Dalam wawancara sebelum penutupan dan sebelum hasil akhir seluruh mata lomba diumumkan, Frans Pekey mengatakan target juara menjadi motivasi bagi seluruh peserta Kota Jayapura untuk memberikan penampilan terbaik selama perlombaan.
“Dalam perlombaan itu setiap tim, setiap orang, peserta tentunya memiliki target-target sebagai semangat atau untuk memotivasi dalam meraih kemenangan. Karena itu, kami Kota Jayapura dalam Pesparani II tingkat Provinsi Papua ini juga memiliki target,” ujar Frans Pekey.
Ia menjelaskan, kontingen yang dibawa Kota Jayapura ke tingkat provinsi bukan dipilih secara langsung, melainkan merupakan peserta terbaik hasil perlombaan dan seleksi yang telah dilaksanakan sebelumnya di tingkat Kota Jayapura. Para juara dari paroki kemudian dipercaya mewakili daerah pada Pesparani tingkat provinsi.
Ketika diwawancarai sebelum penutupan, Frans menyebut Kota Jayapura telah mengantongi lima Champion dan masih menunggu hasil dari sejumlah mata lomba tersisa. Saat itu ia memperkirakan peluang Kota Jayapura membawa pulang kembali piala juara umum telah terbuka lebar.
Optimisme tersebut akhirnya terjawab setelah pengumuman resmi menempatkan Kota Jayapura sebagai juara umum dengan perolehan akhir 5 Champion, 10 Gold dan 2 Silver.
Frans juga menjelaskan bahwa Pesparani dilaksanakan secara berjenjang. Peserta terbaik terlebih dahulu mengikuti perlombaan tingkat kabupaten/kota, kemudian para juara mewakili daerah masing-masing pada tingkat provinsi.
Selanjutnya, peserta terbaik di tingkat provinsi dipersiapkan untuk mewakili Papua pada Pesparani tingkat nasional.
Menurut Frans, beberapa kategori yang menjadi kekuatan Kota Jayapura antara lain cerdas cermat anak dan remaja, paduan suara Gregorian dewasa, paduan suara dewasa wanita, serta paduan suara Orang Muda Katolik (OMK) campuran.
Dengan hasil tersebut, Kota Jayapura tidak hanya keluar sebagai juara umum Pesparani II Provinsi Papua Tahun 2026, tetapi juga sukses mempertahankan gelar juara umum yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya.
Piala yang sebelumnya diserahkan sebagai simbol dimulainya persaingan Pesparani II akhirnya kembali menjadi milik Kota Jayapura.
Hasil ini juga sekaligus membawa Kota Jayapura membawakan kandidat bergelar Champions, bersama champions lain dari Papua, pada ajang yang sama di tingkat Nasional yang rencananya akan digelar di tahun 2027 di Manado, Sulawesi Utara. (*)
Editor : Agung Trihandono