Salah mesin buatan jerman yang dapat mengasilkan daya 7,5 MW sudah terpasang di PLTMG Urfu. (Fiktor/Cepos)
BIAK-Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG) di Urfu, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor hampir rampung. Sesuai dengan rencana, PLTMG yang memiliki daya 25 Mega Watt (MW) itu sudah bisa difungsikan pada bulan Agustus 2019 mendatang.
Dengan begitu, maka dipastikan stok energy listrik di wilayah Kabupaten Biak Numfor setelah PLTMG itu sudah difungsikan bakal berlimpah. Diharapkan, keberadaan PLTMG ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara menyeluruh di Kabupaten Biak Numfor kedepannya.
Pembangunan PLTMG Urfu ditangani langsung oleh perusahaan yang bernaung dibawa BUMN dan pembangunannya dibangun dalam bentuk dua unit. Unit 1 (Biak-1) menggunakan dua mesin buatan jerman dengan kapasitas daya 15 MW dan unit 2 (Biak-2) menggunakan satu mesin Warsita buatan Finlandia dengan daya 10 MW.
“Pembangunan Biak 1 ini rencananya sudah tuntas paling lambat bulan Agustus. Mesin ini didatangkan langsung dari Jerman, memang cukup besar,” kata Divisi Komersial PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Johny Nelson Simamora kepada Cenderawasih Pos di sela-sela kunjungan awak media dengan Manajemen PT.PLN (Persero) UP3 Biak di lokasi pembangunan PLTMG Urfu, kemarin.
Ketiga mesin yang dipasang di pasang di PLTMG Urfu itu menggunakan bahan bakar gas dan minyak (solar). Artinya, mesin tersebut dirancang khusus bisa menggunakan gas atau solar, jika gas tidak ada maka solar juga bisa sebagai penganti demikian sebaliknya. Sementara untuk pengoperasian PLTMG itu sendiri akan ditangani oleh pihak kontraktor selama lima tahun, setelah itu baru diserahkan ke PT PLN UP3 Biak untuk mengelolanya.
Dengan difungsikannya PLTMG Urfu maka diharapkan kedepan, stok saya di Biak dan sekitarnya tetap tersedia sejalan dengan kemajuan pembangunan. Saat ini, PT PLN UP3 Biak baru memiliki stok daya yang digunakan masyarakat saat ini sebesar 13 MW. Dengan tambahan 25 MW dari PLTMG itu nantinya maka kemampuan daya listrik di Biak nantinya mencapai kurang lebih sebesar 38 MW.
“Saat ini memang sudah ada sejumlah permintaan pemasangan listrik yang cukup besar, misalnya saja di Mako Koopsau III, Swissbell Hotel Biak dan sejumlah permintaan pelanggan bangunan-bangunan baru baik dari instansi maupun masyarakat,” kata Manager PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelangan (UP3) Biak Y Darmono yang memimpin kunjungan ke lokasi PLTMG Urfu itu.
Sementara itu Manager Konstruksi Pembangunan PLTMG Biak 2 (unit 2), Dwitama Aryana mengatakan, bahwa saat ini pekerjaan fisik sudah mencapai 87 %. Saat ini pekerjaan di Biak-2 ini lebih banyak pada instansi, konstruksi mekanikal. “Saat ini kami focus di instalasi dan konstruksi mekanikal, ini merupakan part terpenting di pekerjaan ini,” kata Aryana menambahkan. (itb/tri)
Editor : Administrator