CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Legenda hidup Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam, mengajak seluruh elemen Persipura dan masyarakat Papua untuk tetap tenang serta belajar menghadapi situasi sulit yang tengah dialami klub kebanggaan Tanah Papua tersebut.
Menurut Eduard, situasi berat yang dihadapi Persipura saat ini bukan pertama kali terjadi.
Ia mengingatkan bahwa tim Mutiara Hitam pernah mengalami masa sulit ketika harus berpindah kandang dan bermain di luar Papua.
Namun, dalam kondisi tersebut Persipura tetap mampu bertahan bahkan bangkit menjadi juara.
“Kita pernah mengalami masa ketika harus pindah dan bermain di tempat lain, tetapi Persipura tetap bisa jalan. Artinya, kita harus siap menghadapi situasi apapun,” ujar Eduard Ivakdalam.
Mantan kapten Persipura itu mengatakan, pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran penting bahwa Persipura merupakan tim besar yang sudah terbiasa menghadapi berbagai tantangan.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak tetap menjaga kebersamaan dan tidak larut dalam kekecewaan.
Edu menegaskan, semua pihak juga harus menghormati keputusan yang nantinya diambil PSSI, termasuk apabila hasil banding yang diajukan manajemen Persipura tidak mengubah sanksi yang diberikan.
“Kalau memang nanti keputusan tetap seperti itu artinya tanpa penonton satu musim, kita harus hormati. Dalam sepak bola ada aturan dan hukum yang harus kita ikuti,”katanya.
Meski demikian, Edu berharap proses banding yang diajukan manajemen Persipura dapat dipertimbangkan secara bijaksana oleh PSSI.
Ia menilai kondisi saat ini sudah jauh lebih tenang sehingga semua pihak diharapkan dapat melihat persoalan dengan kepala dingin.
“Sekarang suasana sudah mulai netral, semua orang juga sudah mulai berpikir lebih baik. Ini harus menjadi contoh supaya ke depan kita lebih dewasa dalam menyikapi pertandingan,”tuturnya.
Edu mengakui, hukuman bermain tanpa penonton tentu akan menjadi tantangan berat bagi Persipura.
Selain memengaruhi atmosfer pertandingan, absennya dukungan suporter juga dinilai dapat berdampak pada motivasi pemain di lapangan.
“Kita sangat berharap bisa bermain dengan dukungan suporter. Karena sepak bola tanpa penonton tentu rasanya berbeda,”ungkapnya.
Karena itu, Edu berharap kejadian musim ini menjadi pelajaran berharga agar tidak lagi terjadi tindakan yang merugikan klub maupun nama baik Papua di dunia sepak bola nasional.
“Persipura ini kebanggaan masyarakat Papua. Kita harus jaga bersama-sama supaya tim ini bisa terus bangkit dan kembali lebih kuat di musim depan,”pungkasnya. (*).
Editor : Yohanes Palen