Harapan besar publik Papua untuk melihat Persipura kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional harus pupus setelah tim kebanggaan mereka takluk 0-1 dalam laga perebutan satu tiket promosi ke Liga 1.
Kekalahan ini bukan hanya menyakitkan karena hasil akhir, tetapi juga memunculkan polemik terkait jalannya pertandingan.
Sorotan tajam mengarah kepada wasit FIFA asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, yang memimpin laga tersebut.
Sejumlah keputusan wasit sepanjang pertandingan dinilai kontroversial dan memicu protes dari pemain, ofisial, hingga para pendukung Persipura.
Beberapa keputusan penting dianggap merugikan Persipura, mulai dari pelanggaran yang dinilai tidak konsisten hingga momentum-momentum krusial yang dinilai mematahkan ritme permainan tim tuan rumah.
Situasi itu membuat tensi pertandingan terus meningkat, aksi lempar botol kedalam lapangan oleh penonton tak terhindarkan, hingga peluit panjang dibunyikan.
Adapun kerusuhan bermula sesaat setelah pertandingan berakhir.
Kekecewaan yang memuncak membuat sejumlah penonton nekat melompati tribun dan masuk ke dalam lapangan.
Sasaran utama mereka adalah sang pengadil lapangan yang dianggap menjadi penyebab kegagalan Persipura meraih tiket promosi.
Massa berusaha mengejar wasit, namun aparat keamanan yang telah bersiaga sigap mengamankan dan mengevakuasi sang pengadil ke tempat aman.
Gagal menjangkau wasit, amarah penonton kemudian diluapkan kepada aparat keamanan yang berjaga di area stadion.
Sejumlah bench pemain diangkat dan dilempar ke arah petugas. Kaca-kaca fasilitas stadion juga menjadi sasaran amukan massa.
Akibatnya, beberapa fasilitas di dalam stadion mengalami kerusakan cukup parah.
Situasi tak berhenti di dalam stadion. Kericuhan kemudian meluas ke luar area stadion, di mana massa kembali meluapkan emosi dengan membakar sejumlah kendaraan, baik milik warga maupun aparat keamanan.
Di tengah situasi yang memanas, sempat terlihat aksi pengibaran bendera Bintang Kejora di sekitar area stadion yang semakin memperkeruh keadaan.
Dalam cuplikan video dimana seorang pemuda nekat memanjat tiang listrik untuk memasang bendera Bintang Kejora tersebut.
Kondisi tersebut membuat aparat keamanan bekerja ekstra untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Akibatnya kerusuhan di luar stadion tersebut, banyak penonton yang tertahan didalam stadion.
Para pemain Persipura juga ikut tertahan dan baru bisa meninggalkan stadion sekitar pukul 23.50 WIT.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana, pihak kepolisian, maupun manajemen Persipura terkait insiden tersebut. (*).
Editor : Yohanes Palen