Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Mengenal Kendal Tornado FC, Tim Pertama yang Mampu Hat-trick Kalahkan Persipura di Musim Ini

Weny Firmansyah • 2026-03-02 10:19:41

Penyerang Kendal Tornado FC, Yudho. (ISTIMEWA)
Penyerang Kendal Tornado FC, Yudho. (ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Tak disangka, tim promosi ini, Kendal Tornado FC menjadi batu sandungan bagi Persipura. Bagaimana tidak, tiga kali pertemuan di Liga 2 Pegadaian Championship semuanya dimenangkan Kendal Tornado.

 

Alhasil di matchday ke 21, Kendal Tornado kini berada di peringkat ketiga, dan menciptakan persaingan baru untuk promosi ke Liga 1. Sebelumnya di grup Timur, selain Persipura Jayapura, ada Barito Putera dan PSS Sleman. 

 

Kini dengan mengalahkan Persipura Minggu (1/3/2026) malam, tim besutan Stefan Keeltjes itu tidak bisa dipandang sebelah mata. 

 

 Siapa sebenarnya Kendal Tornado FC ini? dikutip dari berbagai sumber, Kendal Tornado FC dimulai di Pulau Sumatera, tepatnya di Pekanbaru, Riau, pada tahun 2018. Saat itu, klub ini masih dikenal dengan nama Tornado FC Pekanbaru. 

 

Tornado FC Pekanbaru segera menunjukkan taringnya di kompetisi regional Liga 3. Dalam waktu singkat, mereka berhasil meraih sejumlah prestasi membanggakan di level provinsi. Puncak kejayaan awal mereka terjadi pada tahun 2019, ketika mereka sukses merengkuh gelar Juara Liga 3 Zona Riau. Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat, membuktikan bahwa Tornado FC memiliki struktur dan manajemen serius dalam membangun tim.

 

Setelah pencapaian juara tersebut, Tornado FC terus menjadi kekuatan dominan di Liga 3 Riau, bahkan berhasil dua kali menduduki posisi runner-up di edisi 2021 dan 2023. Konsistensi inilah yang akhirnya membawa mereka ke panggung nasional. Pada musim 2024–2025, Tornado FC Pekanbaru berhasil melaju ke putaran nasional Liga Nusantara. Di sinilah mereka menghadapi ujian sesungguhnya, bersaing dengan puluhan tim terbaik dari seluruh penjuru Indonesia untuk memperebutkan tiket promosi ke kasta kedua.

 

Dengan perjuangan heroik, Tornado FC berhasil menjadi runner-up Liga Nusantara musim 2024–2025. Hasil ini adalah lompatan besar yang mengamankan satu tempat di Liga 2. Promosi ini adalah hadiah atas kerja keras selama bertahun-tahun di level amatir.

 

Momen krusial dalam sejarah klub ini terjadi pada tahun 2025. Setelah berhasil mengamankan tiket promosi ke Liga 2, manajemen klub membuat keputusan besar dan strategis: memindahkan markas klub dari Pekanbaru ke Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sekaligus mengubah nama klub secara resmi menjadi Kendal Tornado Football Club (KTFC).

 

Keputusan ini tidak lepas dari visi sang pemilik klub, Junianto (Anto Van Java), seorang pengusaha yang dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap sepak bola dan semangat untuk memajukan daerah. Kendal dipilih sebagai markas baru karena dianggap memiliki potensi besar, baik dari segi basis suporter maupun dukungan infrastruktur. Kepindahan ini disambut antusias oleh masyarakat Kendal, yang mendambakan tim sepak bola profesional yang dapat mereka banggakan.

 

Kabupaten Kendal, yang terletak strategis di Jalur Pantura, kini memiliki representasi di kompetisi sepak bola tertinggi kedua di Indonesia. Nama “Laskar Badai Pantura” yang disematkan menjadi julukan baru mencerminkan semangat juang tim yang kini berjuang di wilayah pesisir utara Jawa.

 

Untuk mengimbangi ambisi besar di kasta kedua, KTFC tidak main-main dalam membangun fondasi klub. Mereka menjadikan Stadion Utama Kebondalem, Kendal, sebagai markas utama mereka, dengan kapasitas yang mencapai sekitar 15.000 penonton. Meskipun Stadion Kebondalem masih dalam tahap renovasi, klub berhasil mengamankan Stadion Jatidiri, Semarang, sebagai markas sementara untuk mengarungi musim perdana mereka di Liga 2.

 

Lebih dari sekadar stadion, manajemen Kendal Tornado FC juga berinvestasi besar pada fasilitas pengembangan pemain. Mereka membangun Charlie Sport Center di Limbangan, Kendal, sebuah pusat pelatihan terpadu yang mencakup lapangan latihan, mess pemain yang nyaman, dan fasilitas gym modern. Rencana untuk menambah fasilitas lain seperti lapangan futsal indoor dan kolam renang menunjukkan komitmen jangka panjang klub terhadap profesionalisme.

 

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Fardan Nandana dan Manajer Heri Sasongko, klub merekrut pelatih kepala yang berkualitas, Stefan Rullin Keeltjes, yang mulai bertugas sejak Mei 2025. Keeltjes, yang sebelumnya pernah menangani klub seperti Gresik United dan Nusantara United, membawa filosofi permainan cepat dan disiplin, yang terbukti cocok dengan karakter “Badai” yang diusung klub. Kolektifitas permainan membuat Kendal Tornado FC dikenal dengan Tiki Taka Badai Pantura.

 

Untuk memperkuat visi teknis, legenda Liga Indonesia, Danilo Fernando, dipercaya sebagai Direktur Teknik klub, menunjukkan keseriusan Kendal Tornado FC dalam merancang strategi pengembangan tim, termasuk pembinaan pemain muda.

 

Dengan komposisi skuad yang memadukan pemain-pemain lokal berkualitas dan tiga pemain asing yang didatangkan, seperti bek Kolombia Juan Pablo Morales, gelandang serang Brasil-Portugal Felipe Ryan, dan penyerang Brasil Patrick Cruz, KTFC tampil mengejutkan. Kecepatan dan kedisiplinan taktis yang diterapkan oleh pelatih Stefan Keeltjes menjadi kunci utama.

 

Dengan sejarah yang diawali dengan badai ambisi di Pekanbaru dan kini mendarat menjadi simbol harapan di Kendal, Kendal Tornado FC telah menjelma dari klub kecil menjadi kekuatan yang diperhitungkan. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Liga 2 #Tornado FC #persipura