CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Kapten Persipura, Boaz Solossa, mengaku memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan para pemain muda Persipura.
Diketahui, dalam beberapa pertandingan terakhir Persipura, Pelatih Ricardo Salampessy memberikan kepercayaan terhadap pemain muda untuk mendapatkan menit bermain.
Dua di antaranya yang baru bergabung, yakni Markus Madjar dan Reno Salampessy.
Kedua pemain ini diturunkan sebagai starter ketika Persipua bersua Persipal Palu di Stadion Mandala Jayapura pada 9 Februari 2025.
Boaz Solossa mengaku mendukung penuh keputusan pelatih.
Selain diperlukannya rotasi pemain di dalam tim, dua pemain ini menunjukkan kerja keras di setiap sesi latihan Persipura.
“Dua pemain muda ini juga menjalankan instruksi pelatih dengan baik.”
“Akhirnya Reno (Salampessy) bisa cetak gol dan Markus (Madjar) juga memberikan umpan-umpan yang sangat baik.”
“Ini semua berangkat dari hasil kerja keras dan performa mereka dalam latihan,” ujar Boaz.
Boaz mengaku, para pemain senior Persipura memberikan dukungan penuh terhadap para pemain muda.
“Saya sebagai senior, Tipa (Yustinus Pae) dan Ian (Ian Louis Kabes), kita sangat support.”
“Kita bilang, yang penting kalian lakukan yang terbaik dan kami masuk memberikan keseimbangan di dalam tim.”
“Inilah yang mereka lakukan saat Persipura melawan Persipal.”
“Saya salut kepada Reno dan Markus,” ungkap Boaz.
Boaz berpesan, kedua pemain muda ini harus terus meningkatkan performanya di setiap laga Persipura.
“Jadi ya bagaimana untuk harus terus belajar di setiap pertandingan.”
“Sehingga di pertandingan berikut, harus berikan yang lebih baik lagi untuk tim maupun untuk tanah Papua,” pesannya.
Sebelumnya, Pelatih Persipura, Ricardo Salampessy, juga memuji penampilan dua pemain muda tersebut.
Namun, mengingat mereka masih di usia belia, Ricardo juga tak terlalu berekspektasi tinggi kepada mereka.
Sebab, mereka masih dalam proses untuk menjadi pemain yang lebih baik dari saat ini.
“Ya saya setuju dengan apa yang dikatakan coach.”
“Hal-hal seperti ini tidak boleh terlalu mengangkat mereka.”
“Takutnya, mereka bisa senang, lupa diri, dan di pertandingan berikutnya pasti hilang.”
“Itu yang sering terjadi,” tandas Boaz. (*)
Editor : Gratianus Silas