CEPOSONLINE.COM, TUBAN – Pelatih Persewar Waropen, Eduard Ivakdalam, mengatakan bahwa timnya siap menghadapi Gresik United dalam lanjutan Liga 2 musim ini.
Satu persiapan di antaranya dengan mengantongi informasi untuk mengukur kekuatan Gresik United.
Untuk itu, pelatih yang akrab disapa Edu ini mengatakan bahwa dirinya telah bertukar informasi dengan Pelatih Persipura, Ricardo Salampessy.
Pasalnya, Persipura baru saja menghadapi Gresik United pada Minggu, 6 Oktober 2024, lalu.
“Kita sudah dapat informasi dari dari Persipura tentang Gresik dan Deltras juga kita berbagi informasi kepada Persipura.”
“Kita saling tukar informasi, untuk bagaimanana kita coba sejumlah taktikal persiapan tim untuk hadapi Gresik di Jumat besok," ungkap Coach Eduard Ivakdalam, dikonfirmasi melalui telepon selulernya dari Tuban, Jawa Timur.
Disampaikan, dalam satu dua hari ini dirinya sudah mempersiapakan sejumlah rencana permainan atau game plan melihat potensi pemain yang ada dan juga sisi kelemahan tim lawan.
Edu hanya berharap para pemain mampu menerapkan instruksinya dengan baik.
"Mudah-mudahan kalau bisa jalan baik, dan bisa diperagakan oleh pemaind alam pertandingan. Karena kita dalam game ke 4 jalankan instruksi kadang tidak jalan, ini jadi beban juga buat kita, karena saat ini kita sudah terpuruk dan terbenam didasar klasemen," imbuh Eduard Ivakdalam.
Persewar vs Gresik United
Persewar Waropen menatap pertandingan selanjutnya melawan Gresik United.
Persewar diketahui telah bertolak menuju Tuban untuk menghadapi Gresik United.
Diketahui, kedua tim akan bertanding di Tuban Sport Centre Stadium pada Jumat, 11 Oktober 2024, mendatang.
Pelatih Persewar, Eduard Ivakdalam, tak menampik anak-anak asuhnya kelelahan dalam tur pertandingan tandang.
Demikian, Edu baru akan menyusun agenda latihan tim pada Selasa (8/10/2024) ini.
"Kita mulai persiapan, di mana kita telah lakukan perjalanan dari Kediri ke Tuban.”
“Setelah tiba baru terus kita mulai aktivitas latihan,” ujar Eduard Ivakdalam.
Disampaikan, dalam satu dua hari ini dirinya sudah mempersiapakan sejumlah rencana permainan atau game plan melihat potensi pemain yang ada dan juga sisi kelemahan tim lawan.
Edu hanya berharap para pemain mampu menerapkan instruksinya dengan baik.
"Mudah-mudahan kalau bisa jalan baik, dan bisa diperagakan oleh pemain dalam pertandingan.”
“Karena kita dalam game ke-4 jalankan instruksi kadang tidak jalan, ini jadi beban juga buat kita, karena saat ini kita sudah terpuruk dan terbenam di dasar klasemen," imbuh Eduard Ivakdalam.
Tentu hasil empat pertandingan terakhir harus menjadi evaluasi tidak hanya bagi tim pelatih tetapi juga pemain. Olehnya itu dia melihat dari kekuatan yang ada perlu dilakukan penambahan pemain.
"Beban evaluasi untuk kita, kita harus ikut instruksi oleh pelatih supaya skema yang kita buat dalam latihan bisa berjalan dengan baik dan membantu mereka minimal baru kita lihat hasilnya," tambah Edu. (*)
Editor : Gratianus Silas