CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Universitas Cenderawasih (Uncen) menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin, 10 Agustus hingga Rabu, 13 Agustus 2026, dengan menerapkan skema hybrid yang menggabungkan kehadiran luring (offline) terbatas serta pemantauan daring (online).
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Uncen, Dr. Septinus Saa, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan PKKMB 2026 mengacu sepenuhnya pada panduan nasional yang ditetapkan oleh kementerian, baik dari segi alokasi waktu maupun struktur materi.
"PKKMB tahun ini kita laksanakan selama tiga hari sesuai panduan nasional. Hari pertama difokuskan pada tingkat universitas, sedangkan hari kedua dan ketiga dilanjutkan di tingkat fakultas masing-masing.
Kegiatan harian dimulai pukul 07.30-16.30 WIT, khusus di hari terakhir agenda akan selesai lebih awal sekira pukul 12.00 WIT," ujar Septinus di kampus Uncen, Jumat (7/8/2026).
Guna menjaga ketertiban dan kualitas penyampaian materi di dalam ruangan, pihak universitas menetapkan batas maksimal peserta yang hadir secara fisik di auditorium.
Dari sembilan fakultas yang ada di Uncen, masing-masing hanya mengirimkan 50 orang mahasiswa sebagai perwakilan.
"Dengan skema 50 perwakilan dari sembilan fakultas, maka peserta fokus di auditorium berjumlah 450 orang. Mahasiswa baru lainnya wajib mengikuti seluruh rangkaian acara secara hybrid melalui Zoom. Fasilitas kampus sudah kami siapkan dengan matang dan seluruh sesi online berada dalam pemantauan penuh panitia," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini tahapan pendaftaran mahasiswa baru masih terus berjalan. Jumlah pasti peserta PKKMB 2026 akan diumumkan secara rinci setelah seluruh data masuk, diverifikasi, dan dilaporkan secara resmi.
Mengenai isi materi, Uncen menyelaraskan kurikulum nasional dengan muatan lokal Papua. Sekitar 80 persen materi merupakan pembekalan seragam tingkat universitas, sementara 20 persen sisanya memuat materi lokal yang disesuaikan dengan konteks kewilayahan.
Keistimewaan PKKMB Uncen tahun ini juga terletak pada hadirnya penyambutan secara adat pada upacara penerimaan mahasiswa baru yang dijadwalkan pada hari pertama pukul 15.15 WIT.
"Kami tetap mengedepankan kearifan lokal. Pada seremoni pembukaan di auditorium, akan ada prosesi adat penyambutan tamu dari Suku Enggros, Tobati lengkap dengan pakaian adat. Ini menjadi simbol bahwa mahasiswa baru disambut secara resmi sebagai bagian dari keluarga besar Uncen dan masyarakat Papua," kata Septinus.
Dalam hal ketertiban dan pengawasan, penyelenggara menegaskan tidak ada ruang bagi pelanggaran aturan atau penyusupan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh melalui mekanisme Standar Operasional Prosedur (SOP) kementerian yang mengikat.
"Seluruh elemen, termasuk para Wakil Dekan III di tingkat fakultas, wajib menandatangani surat pernyataan integritas. Tanggung jawab penuh ada pada penandatangan. Kami tidak memberikan toleransi terhadap penggunaan atribut yang tidak sesuai atau sengaja melanggar aturan yang telah ditetapkan," ujar Septinus Saa dengan tegas.
Menutup penjelasan dengan menekankan bahwa pengalaman tim penyelenggara dan jajaran pengawas kunci akan dimaksimalkan untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan, sehingga PKKMB 2026 dapat berjalan kondusif hingga seluruh peserta dipulangkan sesuai jadwal. Informasi rinci mengenai jadwal dan petunjuk teknis lanjutan akan disampaikan kembali melalui surat edaran resmi universitas. (*)