Mathius Fakhiri: Kendala Pencoblosan Paling Banyak Terjadi di Papua Tengah dan Pegunungan, Berikut Datanya

Gratianus Silas • Dipublikasikan Kamis, 15 Februari 2024 | 07:45 WIB
Ilustrasi - Persiapan logistik Pemilu 2024 jelang pemungutan suara 14 Februari 2024.
Ilustrasi - Persiapan logistik Pemilu 2024 jelang pemungutan suara 14 Februari 2024.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri mengatakan bahwa kendala pemungutan suara Pemilu 2024 paling banyak terjadi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Diketahui, hingga kini tercatat sebanyak 1.297 TPS di wilayah Papua yang belum melaksanakan pencoblosan.

Hal ini lantaran kendala distribusi logistik pemilu yang terlambat hingga konflik sosial pada pelaksanaan Sistem Noken.

Tak ayal pemungutan suarae tertunda di sejumlah daerah.

“Ada sebanyak 1.172 TPS di Papua Tengah dan 91 TPS di Papua Pegunungan yang belum melaksanakan pemilu.

“Sistem noken ini kental dengan kerawanan (konflik sosial).”

“Seperti di Puncak Jaya, Papua Pegunungan, ada tarik ulur perebutan suara massa sehingga (pencoblosan) tidak bisa dilaksanakan,” ujar Mathius dalam data yang diterima Ceposonline.com, Kamis (15/2) pagi ini.

Kapolda menjelaskan, ada sebanyak 697 dari 811 jumlah TPS di Puncak Jaya yang harus melakukan pemungutan suara susulan.

Pencoblosan susulan lainnya juga harus dilakukan 383 dari 463 jumlah total TPS di Intan Jaya, Papua Tengah.

Sama halnya dengan 92 dari 499 total TPS di Paniai, Papua Tengah.

Kendala pelaksanaan Paniai terjadi karena insiden pengerusakan kotak suara saat pendistribusian pada Senin (12/2).

Baca Juga: TERUNGKAP Alasan 4 Kabupaten di Papua Lakukan Pemungutan Suara Susulan

Saat itu, massa membongkar dan membakar kotak suara karena kesalahpamaham perihal kelengkapan logistik.

Kemudian, 87 dari 1.083 TPS di Tolikara dan 4 dari 1.034 TPS di Jayawijaya yang menggunakan Sistem Noken juga harus dilakukan pemungutan suara ulang.

Berdasarkan data yang diperoleh, 1.297 TPS yang belum melaksanakan pencoblosan berasal dari 3 provinsi, yakni Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Di Papua, 34 TPS belum melaksanakan pemungutan suara, di antaranya 1 TPS di Keerom, 16 TPS di Mamberamo Raya, dan 8 TPS di Sarmi, serta 9 TPS di Waropen.

“Kalau di daerah Mamberamo Raya ada 4 distrik yang belum coblos, itukan karena tidak ada helikopter untuk bawa logistik ke sana,” jelasnaya.

Di Papua Tengah, 1.172 TPS belum melaksanakan pemungutan suara, di antaranya 92 TPS di Paniai, 383 TPS di Intan Jaya, dan 697 TPS di Puncak Jaya.

Sementara itu, di Papua Pegunungan, 91 TPS yang belum melaksanakan pemungutan suara, antara lain 4 TPS di Jayawijaya, dan 87 TPS di Tolikara.

“Ada juga kendala karena transportasi dan cuaca seperti yang terjadi di beberapa wilayah di pegunungan Papua,” ujarnya menambahkan.

Di samping itu, Mathius menyebutkan, pemungutan suara telah sukses dilakukan di 13.916 dari total 15.213 TPS di wilayah Papua.

“Kami bersyukur gangguan dari kelompok kriminal bersenjata tidak ada,” jelasnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
SARMI papua puncak jaya Mamberamo raya Ceposonline.com Waropen Jayapura KEEROM pemungutan suara pencoblosan