CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Sembilan dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya dalam prosesi pelantikan dokter umum ke-53 di Gedung Sains Kemitraan Uncen, Abepura, Kamis (5/11/2026).
Momen penting ini menandai bertambahnya tenaga medis baru yang disiapkan untuk mengabdi dan menjawab tantangan pelayanan kesehatan di tanah Papua, mulai dari daerah pesisir, dataran tinggi, berawa, hingga wilayah kepulauan dan pegunungan terpencil.
Wakil Rektor I Universitas Cenderawasih, Dr. Dirky Y. P. dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar penanda selesainya pendidikan profesi, melainkan awal dari pengabdian panjang kepada kemanusiaan, bangsa, negara, dan khususnya tanah Papua.
"Menjadi seorang dokter bukan semata-mata soal kompetensi akademik, tapi juga keterampilan klinis, melainkan di sini adalah panggilan moral dan tanggung jawab etika," ujar Dirky.
Ia mengingatkan para dokter baru agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, profesionalisme, kejujuran, serta mengutamakan keselamatan pasien di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Uncen sendiri, lanjutnya, memiliki komitmen kuat untuk melahirkan tenaga medis yang unggul, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap beragam tantangan masyarakat Papua.
Dirky juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para dosen, tenaga kependidikan, mitra rumah sakit pendidikan, serta orang tua dan keluarga yang telah mendampingi dan mendoakan para lulusan hingga mencapai tahap ini.
Kepada para dokter yang baru dilantik, ia berpesan untuk menjaga nama baik almamater, terus belajar mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis yang bergerak sangat cepat, serta tetap rendah hati dalam melayani sesama.
Sementara itu, Plt. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih, Dr. Yan Dirk Wabiser,mengungkapkan rasa bangga dan haru yang luar biasa atas terselenggaranya pelantikan sembilan dokter baru ini.
Dalam sambutannya yang penuh semangat kebanggaan institusi, ia bahkan menceritakan keputusannya untuk melewatkan dua agenda penting berskala nasional demi mendampingi para lulusan baru.
"Hari ini ada pertemuan dekan seluruh Indonesia di Ambon, saya tidak pergi. Hari ini di UI ada kegiatan besar saya juga tidak hadir. Tetapi demi Uncen dan demi sembilan dokter baru ini, saya tinggalkan kedua kegiatan tersebut dan saya hadir untuk dokter-dokter baru Papua hari ini," ungkap Yan Dirk penuh semangat.
Ia berpesan agar para dokter baru senantiasa melayani masyarakat dengan hati nurani, mengingat kebutuhan tenaga kesehatan di tanah Papua yang sangat besar.
"Orang Papua butuh dokter. Orang Papua hanya didekati dengan hati. Jadilah pelayan-pelayan yang berhati. Jangan hanya layani yang di kota, tapi siapapun diri untuk pergi ke kampung, layani masyarakat-masyarakat saudara yang ada di sana," tegasnya.
Menutup arahannya, Dr. Yan Dirk berpesan agar para dokter senantiasa menyapa pasien dengan senyuman serta melangkah tanpa rasa gundah, karena penyertaan Tuhan akan selalu membersamai tugas pengabdian mereka di kota, pesisir, pulau, hingga ke lembah dan pegunungan. (*)
Editor : Elfira Halifa