Anak Muda Papua, Jangan Abaikan Tanah yang Subur! Rio Yahuli Ungkap Peluang dari Tomat dan Rica

Elfira Halifa • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:59 WIB
Rio Yahuli saat berada di kebun miliknya yang berlokasi di Angkasa, Kamis (8/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)
Rio Yahuli saat berada di kebun miliknya yang berlokasi di Angkasa, Kamis (8/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Anak muda Papua diminta tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri, tetapi berani mengambil peluang di sektor pertanian. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia dan memilih komoditas yang memiliki nilai jual, pertanian bisa menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Pesan itu disampaikan petani muda di Kelurahan Angkasa, Kota Jayapura, Rio Yahuli, saat Hari Temu Lapang Petani, Kamis (8/10/2026).

Ia menilai, tanah Papua memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan kemauan generasi muda untuk mengolah lahan secara produktif.

Rio mengatakan, anak muda dapat memulai usaha pertanian dengan memanfaatkan lahan yang ada. Petani juga perlu berinovasi dengan menanam beragam komoditas dalam satu bedeng, sehingga hasil panen tidak bergantung pada satu jenis tanaman saja.

“Kita hidup di Kota Jayapura tidak hanya kita orang gunung saja, melainkan kita hidup dari berbagai suku, ras, agama. Kita punya bahan pangan kalau bisa kita sesuaikan. Contoh satu bedeng bisa kita tanami berbagai jenis tanaman, bukan hanya satu jenis tanaman seperti petatas,” kata Rio.

Menurutnya, pemilihan komoditas juga harus mempertimbangkan kebutuhan pasar dan peluang keuntungan. Tomat dan rica menjadi contoh tanaman yang dapat memberikan nilai ekonomi, terutama ketika permintaan meningkat menjelang Desember maupun hari raya.

“Jadi kita imbangi dari hasil-hasil tanaman seperti tomat, rica yang harganya lebih mahal di pasar, apalagi saat Desember atau hari raya harganya naik,” ujarnya.

Bagi Rio, pertanian bukan sekadar kegiatan mengolah tanah, melainkan peluang bagi generasi muda Papua untuk mandiri dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Karena itu, ia mengajak anak muda agar tidak ragu memulai usaha pertanian dan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki Papua.

“Jangan hanya menjadi penonton. Mari kita bergerak, karena tanah ini kita punya sendiri, bukan orang dari luar yang punya,” tegasnya.

Ia menambahkan, tanah Papua yang subur merupakan anugerah yang harus dikelola dengan baik. 

“Anak muda generasi Papua untuk bangkit dan maju supaya apa yang sudah Tuhan kasih di tanah Papua ini, tanah yang subur ini, bagaimana kita memanfaatkan dengan baik. Saya mengajak anak Papua lainnya bahwa ayo kita anak Papua bisa,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Angkasa, Margaretha Ansanay, mengatakan Rio merupakan salah satu pemuda yang telah mengembangkan kebun tomat di wilayahnya. Selain tomat, kebun tersebut juga menghasilkan rica yang memiliki peluang pasar.

Margaretha berharap, langkah Rio dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya untuk mulai mengembangkan pertanian, sekaligus membangun kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.

“Harapan saya ini berkelanjutan dan terus menjadi motivasi bagi anak-anak muda di Kelurahan Angkasa,” tutupnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
petani muda rio yahuli anak papua Ceposonline.com