CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Sebuah botol berisi bahan bakar yang diduga bom molotov dilemparkan ke arah Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jalan Soa Siu, Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Rabu (9/9/2026).
Aksi tersebut ternyata bukan kali pertama terjadi. Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan teror kali ini merupakan yang keempat dialami Kantor Komnas HAM Papua selama dirinya menjabat.
Sebelumnya, kantor tersebut juga pernah mendapat sejumlah gangguan dan ancaman dengan berbagai bentuk.
“Ini pesan teror yang kesekian kali untuk Kantor Komnas HAM Papua. Dulu serangannya ada foto-foto yang ditempel di Kantor Komnas HAM, lalu foto saya ditaruh dengan jenazah, pelemparan Kantor Komnas HAM, pengerusakan hingga saat ini ada bom molotov lagi,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos.
Menurut Frits, aksi pelemparan terjadi sekira pukul 10:10 WIT ketika sejumlah staf sedang melakukan briefing terkait kegiatan di kantor. Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang membuat para staf terkejut.
“Saya pastikan yang dilempar itu adalah molotov menggunakan botol ukuran satu liter, ada bau bensin terhambur,” ujarnya.
Frits menilai aksi tersebut merupakan bentuk intimidasi dan teror terhadap Komnas HAM Papua.
Ia meminta pelaku segera diungkap dan ditangkap, siapa pun statusnya. Aksi tersebut juga mengancam para pekerja kemanusiaan di Papua. Pengungkapan pelaku dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Karena dia sudah meneror lembaga negara. Kalau pelakunya tidak diungkap seperti kasus-kasus sebelumnya maka ini akan menjadi justifikasi untuk orang-orang melakukan kejahatan teror akan terus berkeliaran,” tegasnya.
Frits bahkan menilai jika teror terhadap Komnas HAM dibiarkan, hal tersebut dapat berdampak terhadap kewibawaan negara.
“Ini kalau dibiarkan maka merongrong wibawa kepresidenan Prabowo hari ini,” katanya.
Terkait dugaan pelaku, Frits mengatakan berdasarkan tipologi kejadian, pelaku diduga merupakan pihak yang merasa terganggu dengan kerja-kerja kemanusiaan Komnas HAM.
“Dari tipologi kejadian, pelakunya adalah orang-orang yang merasa terganggu dengan kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan oleh Komnas HAM,” tutupnya. (*)
Editor : AdminDua