Pemprov Papua Salurkan 3 Truk Bantuan untuk Korban Kebakaran Mandala, Ini Kebutuhan Masih Kurang

Elfira Halifa • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:31 WIB
Pj Sekda Papua, Christian Sohilait bersama pejabat Pemprov lainnya meninjau posko pengungsian korban kebakaran di Kota Jayapura sekaligus memastikan kebutuhan warga yang masih diperlukan, Rabu (2/9/2026).(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA).
Pj Sekda Papua, Christian Sohilait bersama pejabat Pemprov lainnya meninjau posko pengungsian korban kebakaran di Kota Jayapura sekaligus memastikan kebutuhan warga yang masih diperlukan, Rabu (2/9/2026).(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menyalurkan bantuan sebanyak tiga truk berisi kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak kebakaran di kawasan Mandala, Kota Jayapura.

Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi yang hingga Rabu (2/9) masih bertahan di tenda-tenda sekitar Lapangan Mandala.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan warga di lokasi pengungsian.

“Bantuan yang kami berikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan para korban kebakaran saat ini,” kata Christian kepada Cenderawasih Pos saat menyerahkan langsung bantuan tersebut, Rabu (2/9/2026).

Menurut Christian, Pemprov Papua sebelumnya telah berkoordinasi dengan pengelola posko untuk mengetahui kebutuhan warga setelah memasuki hari ketiga pascakebakaran. Dari hasil koordinasi tersebut, masih ditemukan sejumlah kebutuhan yang belum terpenuhi.

Kebutuhan yang masih kurang antara lain pakaian dalam, susu bayi, perlengkapan mandi, sikat gigi, pasta gigi, dan ember.

“Yang masih kurang adalah hal-hal yang berkaitan dengan pakaian dalam. Bagi masyarakat yang mau membantu, yang saya sampaikan ini merupakan bagian yang perlu kita suport,” ujarnya.

Selain kebutuhan sehari-hari, kasur juga masih menjadi kebutuhan penting bagi para pengungsi. Christian menyebut jumlah warga yang terdampak kebakaran mencapai lebih dari 3.000 jiwa, sedangkan kasur yang tersedia baru sekitar 1.000 unit.

Meski demikian, kekurangan kasur tersebut akan dipenuhi secara bertahap seiring bantuan yang terus berdatangan ke lokasi pengungsian.

Untuk mendukung penanganan warga terdampak, Pemprov Papua juga telah membuka fasilitas Stadion Utama Papua sebagai salah satu lokasi pendukung pengungsian.

Sejumlah fasilitas di stadion tersebut, termasuk layanan air bersih, telah diaktifkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama berada di pengungsian.

“Kita berharap pascakejadian hari ini dan beberapa hari ke depan tidak ada pengungsi yang sakit,” katanya.

Pemprov Papua juga menyediakan kantong plastik sampah di lokasi pengungsian. Penyediaan fasilitas tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah munculnya persoalan kesehatan selama warga masih berada di tempat pengungsian.

Christian turut mengimbau masyarakat maupun keluarga pengungsi yang datang ke lokasi agar tetap memperhatikan kondisi warga yang sedang menjalani masa pengungsian.

“Kita imbau masyarakat, ada keluarga yang datang silakan saja, tetapi jangan juga membebani mereka yang ada di sini,” ujarnya.

Christian mengatakan, Pemprov Papua bersama Pemerintah Kota Jayapura mulai menyiapkan langkah penanganan pascakebakaran.

Menurutnya, penanganan warga tidak boleh berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi harus berlanjut setelah kondisi darurat berakhir.

Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura, kata dia, mulai memetakan kebutuhan warga untuk satu hingga dua pekan ke depan.

“Pemda kota dan Pemprov juga sedang melihat langkah-langkah lain untuk penanganan pascakebakaran. Karena pascanya satu minggu atau dua minggu,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama mereka masih berada di pengungsian dan menjalani proses pemulihan setelah kebakaran. (*)

Editor : Elfira Halifa
kebakaran papua bantuan