Pemberdayaan Nelayan Pulau Kosong melalui Inovasi Teknologi Penangkapan Berbasis IoT

Elfira Halifa • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:49 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat saat melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Nelayan Pulau Kosong melalui Inovasi Teknologi Penangkapan Berbasis IoT, Rumpon Modern, dan Sistem Pemasaran Digital” di Pulau Kosong belum lama ini.(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Tim Pengabdian kepada Masyarakat saat melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Nelayan Pulau Kosong melalui Inovasi Teknologi Penangkapan Berbasis IoT, Rumpon Modern, dan Sistem Pemasaran Digital” di Pulau Kosong belum lama ini.(CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Nelayan Pulau Kosong melalui Inovasi Teknologi Penangkapan Berbasis IoT, Rumpon Modern, dan Sistem Pemasaran Digital”. 

 

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga 16 Agustus 2026 dengan melibatkan kelompok masyarakat nelayan di Pulau Kosong.

 

Kegiatan ini diketuai oleh Hardi Hamzah dari Program Studi Fisika, dengan anggota tim Lolita Tuhumen dari Program Studi Ilmu Perikanan dan Basa T. Rumahorbo dari Program Studi Ilmu Kelautan.

 

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Nalince Naomi Paraibabo dan Rachmadani Octalia Susilowati dari Program Studi Fisika, Pikyelki Ikolong Kasipmabin dari Program Studi Ilmu Perikanan, serta Rizky Dayu Saputra dari Program Studi Geofisika.

 

Keterlibatan dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi tersebut mencerminkan kolaborasi lintas disiplin dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan mengintegrasikan perspektif fisika, perikanan, kelautan, dan geofisika untuk mendukung pemberdayaan nelayan Pulau Kosong melalui penerapan teknologi penangkapan yang inovatif.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama kelompok masyarakat nelayan Pulau Kosong pada bulan Juni 2026.

 

Koordinasi ini bertujuan untuk membangun kesepahaman antara tim pelaksana dan masyarakat mengenai rencana kegiatan, kebutuhan nelayan, serta inovasi teknologi yang akan diterapkan untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan.

 

Setelah tahap koordinasi, tim bersama masyarakat mempersiapkan berbagai bahan yang diperlukan untuk pembuatan rumpon modern. Proses pembuatan rumpon dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan ketua kelompok nelayan dan para anggotanya.

Keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi bagian penting dari kegiatan karena diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian nelayan dalam mengembangkan teknologi penangkapan yang sesuai dengan kondisi di wilayah mereka.

 

Selanjutnya, rumpon yang telah dibuat dimanfaatkan dalam kegiatan penangkapan ikan oleh kelompok nelayan secara langsung. Tim PkM kembali melakukan kunjungan ke lokasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan oleh kelompok mitra, termasuk proses pembuatan, pemasangan, serta pemanfaatan rumpon dalam memperoleh hasil tangkapan.

 

Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi nelayan sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan teknologi agar dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

 

Selain praktik pembuatan dan pemanfaatan rumpon, tim PkM juga memberikan edukasi mengenai pentingnya inovasi teknologi dalam kegiatan penangkapan ikan. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan Internet of Things (IoT) pada sistem rumpon. 

 

Teknologi berbasis IoT diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi kegiatan penangkapan ikan sehingga nelayan dapat memperoleh informasi yang lebih baik dalam mendukung aktivitas mereka.

 

Aspek lain yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah pemasaran hasil tangkapan. Tim memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memperluas pemasaran, baik melalui saluran online maupun offline.

 

Pemanfaatan media digital diharapkan dapat membantu nelayan memperkenalkan dan memasarkan hasil tangkapan kepada konsumen secara lebih luas, sehingga tidak hanya bergantung pada pemasaran secara konvensional.

 

Melalui kegiatan ini, tim PkM berharap masyarakat nelayan Pulau Kosong tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi rumpon dan IoT, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan dalam mengelola hasil tangkapan dan memperluas akses pasar.

 

Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong peningkatan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan kelompok nelayan melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna.

 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam Skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) – Kemitraan Masyarakat dan didanai melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (*)

Editor : Elfira Halifa
papua Ceposonline.com