Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Inovasi Budidaya Lele Berbasis Bioflok di Bonggo, Papua

Elfira Halifa • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:49 WIB
Foto bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Inovasi Budidaya Lele Berbasis Bioflok di Bonggo, Papua.” (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Foto bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Inovasi Budidaya Lele Berbasis Bioflok di Bonggo, Papua.” (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Upaya meningkatkan ketahanan pangan masyarakat terus dilakukan melalui penerapan inovasi teknologi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal.

 

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Inovasi Budidaya Lele Berbasis Bioflok di Bonggo, Papua.”

 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan potensi perikanan masyarakat melalui penerapan teknologi budidaya ikan lele berbasis bioflok.

 

Teknologi tersebut menjadi salah satu alternatif budidaya yang dapat diterapkan pada lahan terbatas, sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam Skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) – Kemitraan Masyarakat dan didanai melalui BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

 

Dalam pelaksanaannya, tim PkM Universitas Cenderawasih bersama masyarakat (mitra) di Kampung Kiren melakukan berbagai tahapan persiapan dan pembangunan sarana budidaya. Kegiatan tersebut antara lain meliputi pembuatan kolam, pemasangan sistem aerasi, penataan instalasi pendukung, serta pengenalan sistem pengelolaan air dan lingkungan kolam yang diperlukan dalam budidaya lele berbasis bioflok.

 

Kegiatan berlangsung secara partisipatif. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut terlibat secara langsung dalam proses persiapan dan pemasangan fasilitas. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. 

 

Selain pembangunan sarana budidaya, kegiatan PkM ini juga memberikan edukasi mengenai pembukuan sederhana dan penggunaan Buku Monitoring Ikan Lele Sistem Bioflok. 

 

Pengenalan pembukuan sederhana bertujuan membantu mitra melakukan pencatatan secara tertib terhadap biaya yang dikeluarkan, kebutuhan pakan, biaya operasional, hasil produksi, serta pendapatan dari kegiatan budidaya. Dengan pencatatan tersebut, masyarakat dapat mengetahui perkembangan usaha dan menghitung secara sederhana biaya serta potensi keuntungan yang diperoleh.

 

Buku Monitoring Ikan Lele Sistem Bioflok diperkenalkan sebagai alat bantu untuk mencatat dan memantau perkembangan budidaya secara berkala. Melalui buku tersebut, mitra dapat mencatat pemberian pakan, kondisi ikan, perkembangan pertumbuhan, kondisi air, serta berbagai kegiatan pemeliharaan kolam. Data hasil monitoring diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengevaluasi kondisi budidaya dan mengambil keputusan apabila terdapat kendala selama proses pemeliharaan.

 

Ketua tim PkM, Maklon Warpur dari Program Studi Ilmu Kelautan, bersama anggota tim Felycitae Ekalaya Appa dari Program Studi Farmasi dan Euniche R. P. F. Ramandey dari Program Studi Teknologi Pangan, memimpin pelaksanaan kegiatan dengan melibatkan mahasiswa dan tim pendukung lintas program studi. Mahasiswa yang terlibat adalah Leonard Simanjuntak dari Program Studi Teknik Elektro dan Eunike Marito Panjaitan dari Program Studi Teknologi Pangan.

 

Kegiatan melibatkan Hardi Hamzah dari Program Studi Fisika yang bertugas membantu sebagai teknisi sistem bioflok ini dan Lolita Tuhumena dari Program Studi Ilmu Perikanan yang bertugas sebagai pemateri manajemen keuangan sederhana serta konsep bioflok kepada mitra, serta melibatkan mahasiswa Program Studi Perikanan, Moh. Nur Hafis Udin dan Rizky Dayu Saputra yang membantu dalam kegiatan program ini.

 

Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan teknologi bioflok, mulai dari aspek konstruksi dan instalasi hingga pemahaman mengenai pengelolaan budidaya perikanan. Melalui program ini, tim PkM berharap budidaya lele berbasis bioflok dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kampung Kiren, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, Papua. Selain menghasilkan sumber pangan bergizi, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang pengembangan usaha produktif yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

 

Ke depan, pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting agar fasilitas budidaya yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, inovasi teknologi perikanan diharapkan tidak berhenti pada tahap pembangunan sarana, tetapi berkembang menjadi kegiatan budidaya yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

 

Kegiatan PkM ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat serta mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua. (*)

Editor : Elfira Halifa
papua Ceposonline.com