CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Universitas Cenderawasih (Uncen) kembali membuktikan keunggulannya di panggung internasional. Melalui Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gema Candra Choir, Uncen bersiap mengibarkan bendera Merah Putih pada ajang bergengsi World Choir Games di Kota Helsingborg, Swedia.
Keikutsertaan ini menjadi kali kelima bagi tim kebanggaan masyarakat Papua ini dalam berkompetisi di kejuaraan paduan suara tingkat dunia.
Dalam penyampaian laporan resminya, Wakil Rektor II Uncen, Dr. Ferdinand Risamasu, S.E., M.Sc.Agr., menegaskan bahwa keikutsertaan kali ini bukan sekadar kompetisi bernyanyi, melainkan misi budaya dan diplomasi edukatif untuk menunjukkan potensi luar biasa generasi muda Papua kepada dunia.
Jelasnya, World Choir Games (WCG) sering dijuluki sebagai "Olimpiade Paduan Suara Dunia". Kejuaraan ini memiliki nilai edukasi tinggi karena mempertemukan ribuan penyanyi dari berbagai latar belakang budaya, ras, dan bangsa tanpa membatasi usia maupun status institusi.
"Mereka langsung lolos otomatis ke Kategori Champions (Babak Utama atau Final), sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa standar teknik vokal mahasiswa Uncen telah diakui secara internasional," kata Ferdinand dalam acara pelepasan kontingen WCG di halaman rektorat kampus setempat, Jumat (7/6/2026).
Ungkapnya, jika biasanya tim mengandalkan kategori Gospel yang sangat melekat dengan karakter vokal berenergi khas anak-anak Papua, kali ini Uncen mengeksplorasi dua kategori utama dengan membawakan total delapan (8) karya musik setelah menjalani latihan intensif selama tujuh (7) bulan.
Sejumlah kategori yang dibawakan tim Gema Candra Choir Uncen dalam perlombaan di Swedia pekan depan antaralain: Pertama, Kategori Folklor (Musik Tradisional) waktu perlombaan 13 Agustus 2026 dengan lagu yang dibawakan antaralain: Man Faspar Kobedi, Makadiren Fioro, Jangan Undur e
Hela Rotan.
Kedua, Kategori Mix Choir (Paduan Suara Campuran) yang dilaksanakan pada, 15 Agustus 2026 mendatang. Adapun lagu yang dibawakan antaralain: Father Thunder, Richtemich God, Fajar dan Senja, Great God Almighty.
Keikutsertaan Uncen dalam ajang ini mencerminkan kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan kampus. Tim penyanyi terdiri dari mahasiswa aktif dari (7) fakultas serta didampingi oleh alumni dan senior sebagai bentuk regenerasi dan pembinaan berkelanjutan.
"Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 6 Orang Mahasiswa Aktif, Fakultas Hukum (FH) 7 Orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 8 Orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 6 Orang, Fakultas Teknik (FT) 1 Orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 2 Orang, Fakultas Kedokteran (FK) 3 Orang, Alumni 9 Orang. Total Penyanyi 42 Orang. Pelatih dan Asisten Pelatih 7 Orang dan Pendamping 16 Orang. Total Kontingen sebanyak 65 Orang," sebut Ferdinand secara detail.
Sebagai informasi, keberangkatan rombongan menuju Swedia dijadwalkan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia via Rotterdam, Amsterdam, yang terbagi dalam dua gelombang. Untuk
Gelombang I (9 Agustus 2026) dan Gelombang II (11 Agustus 2026).
"Semua diatur oleh regulasi dan tata tertib birokrasi, sehingga keberangkatan dilakukan secara bertahap dan profesional," tegasnya.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi pada, 15 Agustus 2026, kontingen Uncen akan melanjutkan misi kebudayaan di ibu kota Swedia. Atas koordinasi resmi dengan pihak kedutaan, seluruh kontingen dijadwalkan menghadiri dan mengisi Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di KBRI Swedia (Stockholm).
Melalui ajang internasional ini, Universitas Cenderawasih membuktikan bahwa keterbatasan geografis di ujung timur Indonesia bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi dunia, menjaga warisan budaya, serta mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. (*)