Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Bukan Sekadar Peringatan, Ini Pesan BTM soal Bung Karno dan Papua

Karolus Daot • Minggu, 21 Juni 2026 | 17:20 WIB
DPD PDIP Papua saat gelar Haul Bung Karno di Kantor Sekretariat DPD PDIP Papua, Kota Jayapura, Minggu (21/6/2026) (CEPOSONLINE.COM/KAREL)
DPD PDIP Papua saat gelar Haul Bung Karno di Kantor Sekretariat DPD PDIP Papua, Kota Jayapura, Minggu (21/6/2026) (CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Papua bersama seluruh jajaran pengurus hingga tingkat ranting menggelar Haul Bung Karno di Kantor Sekretariat DPD PDI Perjuangan Papua, Kota Jayapura, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan pemutaran film sejarah perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam mengembalikan Papua ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam Pidato Kebangsaan yang dibacakan Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), ditegaskan bahwa peringatan Haul Bung Karno bukan sekadar mengenang wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni 1970, melainkan momentum untuk meneladani dan melanjutkan cita-cita besar yang telah diwariskannya bagi bangsa Indonesia.

"Hari ini kita tidak hanya mengenang wafatnya Bung Karno. Kita hadir untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan cita-cita besar Sang Proklamator yang telah mempersembahkan hidupnya bagi kemerdekaan dan persatuan Indonesia," ujar BTM.

Adapun tema Haul Bung Karno tersebut, Papua Dalam Napas Marhaenisme Bung Karno. Menurut BTM, tema tersebut memiliki makna mendalam karena Papua merupakan salah satu perjuangan terbesar Bung Karno dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Perjuangan Bung Karno tidak hanya sebatas mengembalikan wilayah Papua ke Indonesia. Bung Karno juga memikirkan masa depan masyarakat Papua melalui pembangunan sumber daya manusia.

Hal itu dibuktikan dengan berdirinya Universitas Cenderawasih pada 10 November 1962 sebagai perguruan tinggi pertama di tanah Papua.

"Bung Karno memahami bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya membebaskan wilayah, tetapi juga mencerdaskan rakyatnya. Beliau ingin agar putra-putri Papua menjadi pemimpin di tanahnya sendiri," katanya.

BTM menegaskan bahwa warisan terbesar Bung Karno bagi Papua bukanlah gedung, monumen, maupun jabatan, melainkan nilai-nilai Marhaenisme yang mengajarkan keberpihakan kepada rakyat kecil, gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial.

"Nilai-nilai tersebut sangat relevan bagi Papua hari ini. Papua yang kaya sumber daya alam harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat Papua”

“Papua yang kaya budaya harus tetap menjaga identitas dan martabatnya. Papua harus maju tanpa kehilangan jati dirinya," tegasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#papua #kota jayapura #pdip #Benhur tomi mano